Uncategorized

Amuk Real Madrid Beri Dampak Negatif bagi Barcelona

BritaBrita.com–Amuk Real Madrid terkait penundaan laga melawan Celta Vigo di Estadio Balaidos, Senin 6 Februari 2017 dini hari WIB, membawa dampak buruk bagi Barcelona. Sebab, klub asal Catalan dituding sebagai aktor dibalik penundaan tersebut.

Karena penundaan tersebut, mereka mengaku mengalami kerugian psikologis. Karena saat ini keunggulan mereka dengan Barcelona di klasemen sementara menjadi satu poin. Meski masih menyimpan dua pertandingan lebih banyak, namun tekanan akan lebih terasa.

Penundaan sendiri dilakukan setelah adanya badai di sekitar Estadio Balaidos. Karena kejadian tersebut, atap stadion runtuh. Tak ingin mengambil risiko dengan mengorbankan keselamatan mereka yang akan menyaksikan langsung ke stadion, akhirnya diputuskan untuk menunda pertandingan.

Raut kekecewaan Cristiano Ronaldo usai Real Madrid tersingkir dari Copa del Rey
Raut kekecewaan Cristiano Ronaldo usai Real Madrid tersingkir dari Copa del Rey

Madrid menilai banyak kejanggalan terkait kebijakan tersebut. Padahal, dalam regulasi LaLiga terdapat beberapa opsi yang bisa diambil, misalnya mencari lokasi pengganti yang letaknya tak jauh. Selain itu, bisa juga pertandingan tetap digelar tanpa penonton.

“Klub mengusulkan tiga alternatif kepada Badan Liga Spanyol (FLP). Yang pertama, pertimbangan terkait kemungkinan memperbaiki atap stadion yang rusak,” bunyi pernyataan resmi Madrid.

“Kedua, kemungkinan pertandingan digelar tanpa penonton. Dan ketiga, jika opsi tersebut tak memungkinkan, pertandingan digelar di stadion lain di dekatnya.”

Akan tetapi, isu Barcelona menjadi dalang di balik penundaan pertandingan sudah kadung menyebar luas. Juru bicara klub asal Catalan, Josep Vives enggan memberi komentar balasan. Dia hanya menegaskan, keputusan untuk menunda laga tak ada hubungannya dengan mereka.

“Kami tidak ingin membuat komentar terkait situasi ini. Pertama, kami tidak tahu banyak, dan yang kedua karena tidak memberi pengaruh kepada kami,” kata Vives, seperti dilansir Marca.

Pelatih Barcelona, Luis Enrique juga tak lepas dari polemik ini. Dalam konferensi pers jelang pertandingan semifinal le kedua Copa del Rey melawan Atletico Madrid, pertanyaan terkait hal tersebut seolah menghantuinya.

Namun, juru taktik berusia 47 tahun tersebut punya cara elegan untuk menanggapinya. Sebagai pelatih, dia tak ingin larut dalam polemik ini. “Saya lebih senang merespons sebagai seorang suporter, tetapi di sini saya sebagai pelatih,” ujarnya, dikutip dari Football Espana.

Hubungan Madrid dan Barcelona Kembali Panas

Madrid dan Barcelona menjadi dua tim yang memiliki tingkat rivalitas paling tinggi di Negeri Matador. Hampir di setiap musim mereka akan selalu dibanding-bandingkan, baik dari segi kualitas pemain maupun kondisi internal tim.

Di bawah asuhan Zinedine Zidane, Los Blancos lebih baik ketimbang Barcelona. Mereka sukses mendominasi puncak klasemen, sedangkan sang rival kerap tergelincir ketika ditantang klub-klub papan tengah atau bawah LaLiga.

Karena panasnya rivalitas di musim ini, perseteruan kedua kelompok suporter klub tersebut kerap berselisih paham di sosial media. Bek Madrid, Marcelo terkena getahnya saat dia ingin bermaksud baik dengan mengucapkan selamat ulang tahun untuk Neymar.

Pemain berambut kribo tersebut mengunggah sebuah foto sedang bersama dengan Neymar di tim nasional Brasil. Namun, para penggemarnya protes, karena menganggap sama saja Marcelo menghormati pemain rival.

Mendapat cacian bertubi-tubi, akhirnya pemain berusia 28 tahun tersebut ikut panas. Dia memaki balik para suporter Madrid dengan kata amat kasar.

Meski hanya berselisih di sosial media, namun sikap Marcelo itu bisa berdampak panjang. Suporter Madrid terkenal memiliki sikap kritis terhadap tim pujaannya. Bahkan, megabintang Cristiano Ronaldo pernah ikut merasakannya.

Perang Madrid Vs Pemerintah Vigo

Selain menyeret Barcelona, amuk Madrid juga ditujukan kepada pemerintah Kota Vigo. Sang Wali Kota, Abel Caballero dan Los Blancos saling adu serangan melalui media massa. Kedua belah pihak sama-sama memiliki alasan kuat untuk menjadikan diri yang paling benar.

Abel dalam wawancara dengan Marca menuding Madrid telah melakukan lobi guna menggagalkan keputusan menunda pertandingan. Padahal, kebijakan tersebut diambil berdasar pertimbangan menyelematkan nyawa ribuan orang.

“Saya mengambil keputusan berdasarkan keselamatan banyak orang, dan ada tim di sana yang mencoba melakukan lobi demi kepentingannya sendiri. Itu tak sebanding,” tegas Abel seperti dinukil dalam laman viva.co.id.

Dia bahkan secara terang-terangan menuding Madrid sengaja memperpanjang masalah ini karena dendam. Mereka disingkirkan Celta Vigo dalam babak perempatfinal Copa del Rey musim ini.

Mendapat serangan seperti itu, manajemen Madrid tak ingin tinggal diam. Mereka mengeluarkan pernyataan yang isinya mengecam ucapan-ucapan Abel dalam wawancara tersebut.

“Real Madrid menyesali pernyataan yang dilontarkan Wali Kota Vigo, Abel Caballero yang menyebut jika klub ini mengabaikan urusan keamanan dalam duel Celta Vigo vs Real Madrid, dan memaksa laga tetap digelar.”

“Bukan hanya tak pantas, komentar itu juga tidak akurat. Sebab, Real Madrid tak pernah mempertanyakan langkah-langkah keamanan di Balaidos,” demikian pernyataan resmi Madrid.

Usulan Los Blancos agar penundaan laga urung dilakukan juga terkait dengan hak siar. Mereka beranggapan akan banyak kerugian dalam saluran televisi di seluruh dunia karena penundaan ini, dan ke depannya bukan tidak mungkin memberi dampak negatif bagi LaLiga.

Editor : Syl

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button