POLITIK

Aisyah Diduga Diperalat Bunuh Kim Jong-nam

KUALA LUMPUR,BritaBrita.com – Pemerintah Indonesia dikagetkan dengan penangkapan Siti Aisyah (25) perempuan asal KabupatenSerang, Banten, oleh Kepolisian Malaysia dinihari kemarin.

Aisyah diduga ikut terlibat dalam pembunuhan terhadap Kim Jong-nam, kakak tiri Presiden Korea Utara (Korut) Kim Jong-un. Bersama perempuan asal Vietnam, Aisyah dianggap meracuni Jong-nam saat antre check in di BandaraInternasionalKualaLumpur, Senin(13/2) pagi lalu. Kepolisian Malaysia hingga kini masih mendalami sejauh mana keterlibatan Aisyah. Media China, seperti dikutip yidianzixun.com memberitakan, untuk menjalankan aksinya ini, Aisyah awalnya ditawari seseorang saat berada diklub malam dengan bayaran USD100 (sekita Rp1,3juta).

siti-aisyahDiduga, Aisyah pun tidak menyadari aksinya akan berujung pada kematian seseorang karena saat ditawari hanya menjalankan peran untuk syuting reality show lelucon. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) telah mengonfirmasi penangkapan Aisyah tersebut. Kepastian ini didapat setelah KBRI Kuala Lumpur mencocokkan data di paspor pelaku. ”Berdasarkan data sementara yang ada di KBRI, wanita tersebut berstatus WNI,” kata Direktur Perlindungan Warga Negara dan Badan Hukum Indonesia Lalu Muhammad Iqbal di Jakarta.

KBRI Kuala Lumpur telah meminta akses kekonsuleran kepada otoritas Malaysia, agar bisa bertemu dengan WNI terduga pelaku pembunuhan kakak diktator Korut tersebut. KBRI juga sudah menunjuk pengacara yang akan mendampingi Aisyah. Kantor Imigrasi Kelas I Serang menyatakan nama Aisyah tidak terdapat dalam data pembuatan paspor di wilayah Serang. ”Mungkin saja yang bersangkutan membuat paspor di daerah lain, sebab kita tidak menemukan data atas nama Siti Aisyah kelahiran 11 Februari 1992,” ujar Kepala Seksi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Imigrasi Kelas I Serang Muhammad Sungeb seperti dinukil dalam laman koran-sindo.com.

Adapun pemerintah Malaysia menyatakan penangkapan Huong dan Aisyah tidak terlepas dari bukti video yang terekam close-circuit television (CCTV) Bandara Kuala Lumpur. Polisi Malaysia mengungkapkan, dari dokumen sementara, pelaku perempuan asal Vietnam diketahui bernama Doan Thi Huong yang lahir di Nam Dinh, Mei 1988. Selain keduanya, polisi juga menangkap Muhammad Farid bin Jalaluddin yang merupakan kekasih Aisyah. Dari rekaman CCTV terungkap bahwa sebelum tewas dibunuh, Jong-nam sedang di Bandara Kuala Lumpur untuk menuju Makau, China.

Putra sulung mantan Presiden Korut Kim Jong-il berusia 45 tahun itu dijebak dua perempuan dan disemprot bagian wajahnya. Beberapa saat kemudian, dia kesakitan di kepalanya dan meminta bantuan kepada staf bandara. Namun, nyawanya tidak tertolong saat dibawa menuju RS. Jong-nam merupakan anak sulung Jong-il dari istri pertamanya, Song Hye-rim.

Menurut tradisi Korut, Jong-nam digadang- gadangkan menjadi pewaris takhta. Namun setelah tingkahnya mempermalukan Korut karena gagal memasuki Jepang dengan paspor palsu pada 2001, rencana itu dibatalkan dan dialihkan kepada Kim Jong-un, anak selir kedua Jongil, Ko Yong-hui. Jong-nam kemudian pindah dan tinggal di Makau bersama istri keduanya di bawah perlindungan China. Dia juga memiliki istri pertama dan anak di Beijing.

Jenazah Dipulangkan ke Korut

Pemerintah Malaysia akan secepatnya memulangkan jenazah Jong-nam menuju Korut setelah pemeriksaan autopsi selesai. Malaysia sebelumnya diminta pemerintah Korut menghentikan proses autopsi. Namun, pemerintah Malaysia menolak dan berharap Korut menghormati aturan hukum yang berlaku di Negeri Jiran. Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi berjanji akan memulangkan jenazah Jong-nam melalui Kedubes Korut di Kuala Lumpur.

”Setelah semua prosedur kepolisian dan kesehatan selesai, kami mungkin akan menyerahkan jenazah kepada keluarga korban melalui Kedubes Korut,” ujar Hamidi kemarin, dikutip Reuters. Dia juga berjanji akan memfasilitasi permintaan pemerintah Korut demi menjaga hubungan bilateral kedua negara yang terjalin sejak 30 Juni 1937. Pembunuhan Jong-nam di Kuala Lumpur diyakini Hamidi tidak akan berdampak terhadap relasi kedua negara. Sampai kemarin, jenazahnya masih berada di Rumah Sakit Kuala Lumpur. Namun, hasil autopsinya belum dipublikasikan.

Para diplomat dari Kedubes Korut melakukan kunjungan sedikitnya dua kali pada Rabu (15/2). Kepala Layanan Intelijen Nasional (National Intelligence Service/ NIS) Korea Selatan (Korsel) Lee Byung-ho menuduh dua perempuan asal Indonesia dan Vietnam adalah rekrutan agen rahasia Korut untuk membunuh Jong-nam. Upaya pembunuhan Jong-nam telah dilancarkan sejak beberapa tahun lalu. Namun, misi itu sulit dieksekusi karena Jong-nam dilindungi pemerintah China.

Editor : Syl

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button