Uncategorized

Misteri Tujuh Planet Mirip Bumi Diduga Miliki Kehidupan

LONDON,BritaBrita.com – Para astronom berhasil menemukan sistem bintang dengan tujuh planet yang dapat menunjang kehidupan. Jarak sistem bintang itu dengan Bumi hanya 39 tahun cahaya.

Tujuh planet seperti Bumi itu mengorbit dekat bintang kerdil Trappist-1 dan semua planet itu memiliki air di permukaannya. Air merupakan komponen kunci untuk kehidupan. Tiga planet memiliki kondisi yang bagus sehingga para pakar menyatakan kehidupan kemungkinan ada di sana. Para peneliti yakin mereka akan mengetahui ada kehidupan atau tidak di planet-planet itu dalam satu dekade ini. “Ini baru awal,” ungkap para astronom seperti dikutip Daily Mail. Tidak ada sistem bintang lain yang pernah ditemukan sebelumnya yang memiliki beberapa planet seukuran Bumi.

Planet-planet itu tampaknya memiliki komposisi batuan seperti Bumi dengan ukuran yang hampir sama dengan Bumi. Enam planet di sana pun memiliki suhu 0-100 derajat Celsius. Kondisi itu menjadikan planetplanet tersebut memiliki kondisi atmosfer yang penting untuk munculnya kehidupan biologis. Para peneliti menjelaskan, tiga dari tujuh planet yangditemukandalamzonayangdapat dihuni itu kemungkinan memiliki lautan air dengan kehidupan yang sudah ada di sana.

misteri-7-planet-mirip-bumi“Kita sekarang memiliki tujuh planet yang dapat kita pelajari secara terperinci untuk kehidupan dan ini sesuai dengan yang telah kami lakukan,” papar ketua penulis penelitian tersebut, astronom di Universitas Liege, Belgia, Michael Gillon. Michael menjanjikan dalam beberapa bulan atau tahun ke depan masyarakat akan mengetahui lebih banyak tentang ketujuh planet tersebut. Setiap planet yang diberi label 1b-1h itu ditemukan melalui beberapa teleskop menggunakan metode transit.

Dengan metode ini berbagai planet dan orbitnya diukur saat mereka melintas di depan bintang yang mereka orbit sehingga cahaya bintang itu redup sebentar. Kelompok peneliti internasional menggunakan sejumlah teleskop di antariksa dan di permukaan Bumi untuk menemukan tujuh planet dalam sistem Trappist-1 tersebut. Beberapa teleskop yang digunakan termasuk milik Universitas Liverpool John Moores di La Palma serta Teleskop Antariksa Spritzer milik NASA yang mengorbit Bumi. Para peneliti mengukur transit planet-planet itu untuk mengetahui tingkat keredupan pada bintang Trappist saat planet-planet itu melintasinya.

Menggunakan metode ini, peneliti dapat menemukan tujuh planet yang orbitnya cukup dengan bintang Trappist-1 dan ada kemungkinan memiliki air di permukaannya. Tampaknya semua planet tersebut memiliki satu sisi yang terus menghadap bintang tersebut. Kondisi pasang yang terkunci ini menciptakan gradasi suhu di seluruh permukaan planet. Artinya salah satu planet itu dapat memiliki air di permukaannya dalam kondisi atmosfer yang tepat. Meski demikian pemodelan iklim menunjukkan bagian dalam pada tiga planet dalam sistem itu yakni 1b, 1c, dan 1d tampaknya terlalu panas untuk memiliki air di permukaannya.

Planet yang berada di bagian terluar sistem itu, 1h, diperkirakan sangat dingin dan memiliki es. Adapun planet 1e, 1f, dan 1g mengorbit dalam zona yang dapat dihuni, menurut para peneliti. Itu artinya ketiga planet itu menjadi cawan suci bagi para astronom yang memburu kehidupan di luar sistem tata surya. “Tergantung pada kondisi geologis dan atmosfer, semua planet berpotensi memiliki cairan air,” papar salah satu penulis studi tersebut, Dr Amaury Triaud, astronom dari UniversitasCambridge. Diamenambahkan,“ Padaketigaplanetitu, 1e, 1f, dan1gmemilikipotensiairdalam jumlah besar.” Triaud menduga 1f merupakan planet dengan kemungkinan terbesar memiliki kehidupan.

Planet F, menurut Triaud, seukuran dengan Bumi tetapi sedikit lebih dingin dan suhunya tepat serta mendapatkan lebih sedikit energi dari bintangnya bila dibandingkan dengan Bumi. “Karena planet-planet itu sepertinya terus pasang (tidally locked ), mereka memiliki bagian siang dan malam yang permanen,” tuturnya. Memang penemuan ketujuh planet dan kondisinya sedikit berspekulasi. Namun penemuan ini menjadi penting karena berhasil menemukan planet-planet yang memiliki syarat-syarat yang sama untuk kehidupan manusia Bumi. Temuan ini membuat para peneliti semakin bersemangat untuk terus menginvestigasi ketujuh planet tersebut.

Planet 1e, 1f, dan 1g dapat memiliki lautan air di permukaannya sehingga menjadi target utama untuk investigasi masa depan. Kehadiran kehidupan mengirimkan sinyal kimia unik di atmosfer yang dapat dideteksi menggunakan teleskopteleskop besar. Teleskop-teleskop juga dapat mendeteksi keberadaan lautan air di 1e, 1f, dan 1g. Dengan planet-planet yang memiliki kualitas seperti Bumi, muncul berbagai pertanyaan tentang apakah manusia dapat menghuni sistem bintang itu pada masa depan. Dengan jarak 39 tahun cahaya, sistem Trappist- 1 relatif dekat dengan Bumi bila dibandingkan dengan skala galaksi Bima Sakti yang terbentang hingga 100.000 tahun cahaya.

Meski demikian para peneliti menyatakan sistem ini terlalu jauh untuk dapat dicapai manusia, paling tidak dengan teknologi sekarang. “Peluang bagi manusia mencapai sistem itu sekarang sangat tidak bagus. Teknologi kita sangat jauh. Bahkan mengirim satu robot penyelidik ke sana dan kemungkinan manusia dapat selamat dalam perjalanan antariksa jangka panjang pun belum diketahui,” ujar Triaud seperti dinukil dalam laman koran-sindo.com.

Astronom lain Profesor Ignas Snellen dari Universitas Leiden, Belanda, sepakat dengan pendapat tersebut. Meskipun bintang itu relatif dekat, itu masih sangat-sangat jauh bagi manusia untuk melakukan perjalanan ke sana. “Membutuhkan waktu ratusan ribu tahun untuk ke sana, mungkin lebih,” tuturnya.

Editor : Syl

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button