Uncategorized

Polisi Bongkar Penipuan Bermodus Undian Berhadiah

BANDUNG, BritaBrita.com– Unit Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Barat menangkap sembilan orang terkait tindak pidana penipuan di sebuah rumah di Kabupaten Bogor. Komplotan ini menggunakan media daring untuk mengiming-imingi korban dengan undian berhadiah, mengatasnamakan salah satu bank.

“Seluruh pelaku ini merupakan tersangka penipuan dengan modus undian berhadiah. Mereka ditangkap di sebuah rumah di Kabupaten Bogor,” ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Barat, Samudi di Mapolda Jawa Barat, Rabu (15/3/ 2017).

Dia menuturkan, pengungkapan ini diawali adanya informasi dari masyarakat mengenai undian berhadiah yang mengatasnamakan salah satu bank. Undian itu disebarkan melalui layanan pesan singkat (SMS). Petugas selanjutnya melakukan penelusuran untuk mengetahui asal usul pengiriman. Hasil pelacakan, petugas kemudian bergerak menuju salah satu rumah di Perum Ciomas Permai Kabupaten Bogor yang diduga menjadi markas komplotan penipuan.

Di lokasi, ditangkap sembilan orang yang terlibat dalam komplotan tersebut. Masing-masing berinisial ZN, ED, HK, MF, NI, RP, RN, AS, DI. Mereka berperan sebagai pengirim pesan singkat, sekaligus operator yang akan mengarahkan korban.

Di tempat yang sama, ditemukan sejumlah barang bukti, di antaranya sembilan laptop, sembilan ponsel, 310 unit modem, 18 unit USB port, lima buah kartu ATM dan lima buku tabungan berbagai bank.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa kelompok ini menggunakan layanan pesan singkat sebagai umpan. Dalam pesan yang dikirim secara acak itu, disebutkan bahwa penerima merupakan pemenang undian berhadiah uang tunai puluhan juta. Untuk mendapatkan hadiah, tertera nomor kontak yang harus dihubungi. “Korban yang menerima SMS diminta untuk menelepon ke nomor tersebut,” kata Samudi seperti dinukil dalam laman pikiran-rakyat.com.

Selanjutnya, korban yang tergiur kemudian diminta untuk datang ke ATM. Korban kemudian dipandu untuk bertransaksi dan mengetikkan kode tertentu yang diperlukan untuk pencairan uang. “Tanpa disadari oleh korban, kode itu bukan untuk mencairkan uang, melainkan transfer e-cash ke rekening milik pelaku,” ujarnya.

Belum diketahui secara rinci berapa jumlah korban yang sudah terjerat penipuan, serta jumlah kerugian yang ditimbulkan. Namun dari pengakuan, aksi ini sudah berjalan sekitar satu tahun terakhir.

Seluruh pelaku saat ini masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Mapolda Jawa Barat. Mereka dijerat dengan pasal 28 ayat (1) pasal 45 ayat (2) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik dan pasal 378 Jo pasal 55 ayat (1) KUHPidana dengan ancaman 10 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar.

Editor : Syl

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button