Uncategorized

Google Doodle Rayakan 109 Tahun Saridjah Niung

JAKARTA,BritaBrita.com – Hari ini, 26 Maret 2017, Saridjah Niung atau yang dikenal dengan Ibu Soed dijadikan doodle oleh Google. Mesin pencari raksasa itu merayakan hari jadi sang pencipta lagu legendaris ke-109.

Saridjah Niung lahir di Sukabumi, Jawa Barat. Ia adalah seorang guru, penyiar radio, pemain drama, dan pencinta batik.

Ibu Soed semasa hidup
Ibu Soed semasa hidup

Dan di lain sisi, ia merupakan sosok berjasa bagi seluruh anak Indonesia karena telah menciptakan lagu anak-anak yang legendaris seperti “Tik-tik”, “Bunyi Hujan”, “Hai Becak”, “Menanam Jagung”, “Burung Kutilang”, “Nenek Moyang” dan “Kupu-kupu”.

Ia diperkirakan telah menciptakan lebih dari 200 lagu, walau hanya separuh yang bisa terselamatkan dan bertahan hingga sekarang. Lagu-lagu itu masih diperdengarkan di Taman Kanak-kanak dan Sekolah Dasar di seluruh Indonesia.

Google doodle hari ini memperlihatkan seorang perempuan bersanggul berkaca mata tampak tengah bernyanyi.

Lalu, tiga anak-anak mendengarkan lewat lagu. Adapun tulisan Google ditulis menyerupai not balok. Seperti dinukil dalam laman liputan6.com dari google doodle.com dan berbagai sumber lainnya.

Ibu Soed adalah musisi perempuan yang mahir bermain biola. Awal mula menciptakan lagu anak setelah menjadi guru musik di HIS Petojo, HIS Jalan Kartini, dan HIS Arjuna yang masih menggunakan Bahasa Belanda dan tidak ceria. Prihatin dengan kondisi itu, ia memutuskan untuk menciptakan lagu anak-anak berbahasa Indonesia.

Tak hanya tema sederhana dan ceria, Ibu Soed menciptakan lagu-lagu perjuangan, seperti “Berkibarlah Benderaku” dan “Tanah Air”.  Kedua lagu itu masih kerap diputar di perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia.

Tentang Ibu Soed 

Saridjah Niung lahir di Sukabumi, Jawa Barat pada 26 Maret 1908- meninggal tahun 1993 pada usia 85 tahun; dengan nama lengkap Saridjah Niung Bintang Soedibjo setelah menikah dengan Raden Bintang Soedibjo dan lebih dikenal dengan nama Ibu Soed adalah seorang pemusik, guru musik, pencipta lagu anak-anak, penyiar radio,dramawan dan seniman batik Indonesia. Lagu-lagu yang diciptakan Ibu Soed sangat terkenal di kalangan pendidikan Taman Kanak-kanak Indonesia.

Kemahiran Saridjah di bidang musik, terutama bermain biola, sebagian besar dipelajari dari ayah angkatnya, Prof. Dr. Mr. J.F. Kramer, seorang pensiunan Wakil Ketua Hoogerechtshof (Kejaksaan Tinggi) di Jakarta pada masa itu, yang selanjutnya menetap di Sukabumi dan mengangkatnya sebagai anak. J.F. Kramer adalah seorang indo-Belanda beribukan keturunan Jawa ningrat, latar belakang inilah yang membuat Saridjah dididik untuk menjadi patriotis dan mencintai bangsanya.

Saridjah lahir sebagai putri bungsu dari dua belas orang bersaudara. Ayah kandung Saridjah adalah Mohamad Niung, seorang pelaut asal Bugis yang menetap lama di Sukabumi kemudian menjadi pengawal J.F. Kramer. Selepas mempelajari seni suara, seni musik dan belajar menggesek biola hingga mahir dari ayah angkatnya, Saridjah melanjutkan sekolahnya di Hoogere Kweek School (HKS) Bandung untuk memperdalam ilmunya di bidang seni suara dan musik. Setelah tamat, ia kemudian mengajar di Hollandsch-Inlandsche School (HIS). Dari sinilah titik tolak dasar Saridjah untuk mulai mengarang lagu. Pada tahun 1927, ia menjadi Istri Raden Bintang Soedibjo, dan ia pun kemudian dikenal dengan panggilan Ibu Soed, singkatan dari Soedibjo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button