POLITIK

Ada yang Berbohong, DPR dan KPK Saling Tuding Kasus E-KTP

JAKARTA, BritaBrita.com  – Ketua Satuan Tugas Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi e-KTP , Novel Baswedan, membantah PERNAH mengancam ATAU menekan ANGGOTA Komisi II DPR periode 2009-2014 Miryam S. Haryani selama Pemeriksaan. Ia mengatakan Pemeriksaan Selalu Berjalan DENGAN Baik dan santai.

Penyidik KPK, Novel Bawesdan dalam sidang lannjutan e-KTP di pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat
Penyidik KPK, Novel Bawesdan dalam sidang lannjutan e-KTP di pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat

“Pemeriksaan Pertama Miryam Bercerita DENGAN baik, Jelas, Lugas,” kata Novel di hadapan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis, (30/3/2017).

Novel menjelaskan bahwa PADA Pemeriksaan Pertama, ada tiga orang Penyidik Yang memeriksa Miryam. Selain Novel, also ADA Ambarita Damanik dan Irwan Susanto. “TAPI Waktu ITU Pak Damanik Hanya Datang Sebentar untuk review menanyakan Fakta Yang TIMAH Yang Berhubungan DENGAN Saksi,” dia ujar.

* Menurut Novel, hearts Pemeriksaan ITU Penyidik sama Sekali TIDAK PERNAH mengancam ataupun menekan. Bahkan, Miryam Sempat laugh-tawa Saat diperiksa.

“Saksi diperiksa DENGAN Baik Dan sejak Awal Sudah mengakui Semuanya. Saksi Yang TIDAK mengakui Saja Penyidik TIDAK mengancam apalagi Saksi Yang mengakui. Ini tidak logis, Yang Mulia,” kata Novel.

Novel menuturkan selama Pemeriksaan Penyidik LEBIH Banyak mendengarkan cerita Miryam. Bahkan, Penyidik meminta Miryam menuliskan kronologis Peristiwa Yang dialami hearts KASUS e-KTP .

Novel also menyangkal bahwa besarbesaran dan dua rekannya mengarahkan Keterangan Miryam. “Saya TIDAK mengarahkan, justru Saya Ingin mendengarkan cerita sebenarnya KARENA ADA beberapa Fakta Yang sebelumnya Saya TIDAK industri tahu Dan baru industri tahu ketika Saksi membeberkan,” kata dia.

Keterangan Novel diperkuat Oleh Irwan dan Damanik. “Dalam Proses Pemeriksaan TIDAK PERNAH ADA Tekanan, kami lihat Sendiri beliau memberikan Keterangan DENGAN Sadar Dan Tanpa paksaan, sehingga BAP Bukan Inisiatif Kami TAPI berdasarkan Keterangan Saksi,” kata Irwan.

Damanik berujar besarbesaran TIDAK PERNAH Melihat hal Miryam Menangis ATAU bahkan muntah-muntah selama Pemeriksaan Seperti Yang diungkapkan Miryam di persidangan Yang Lalu. “Kalau Saksi muntah-muntah Kami memanggil Dokter, bahkan pusing pun Kami Panggil Dokter,” ucapnya seperti dinukil hearts Laman tempo.co.

Melihat hal Kondisi Miryam yang Baik-baik Saja kala ITU, Penyidik menganggap bahwa Miryam Sudah memberikan yang Benar. Keterangan Miryam pun, kata Damanik, berkesesuaian DENGAN Keterangan Saksi lain.

Baca also: https://m.tempo.co/read/news/2017/03/30/063860880/e-ktp-4-anggota-dpr-yang-diduga-menekan-miryam-bantah-tudingan

Editor: Syl

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button