Uncategorized

Pertama Kalinya, Amerika Serikat Jatuhkan Induk Segala Bom ke Afganistan

Washington,BritaBrita.com—Untuk pertama kalinya dalam sejarah perang, militer Amerika Serikat menjatuhkan induk segala bom atau bom non-nuklir terbesar yang dimilikinya, ke Afganistan, dini hari tadi.

Seperti dilansir Reuters, Jumat 14 April 2017, bom GBU-43/B Massive Ordnance Air Blast Bomb (MOAB), yang dikenal dengan sebutan induk dari segala bom itu digunakan untuk menyerang gua persembunyian kelompok Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS di Afganistan.

bom-amerika

Juru bicara Kementerian Pertahanan Amerika Serikat atau Pentagon, Adam Stump, mengatakan bom seberat 9.797 kilogram itu dijatuhkan dari pesawat tempur MC-130. Bom yang memiliki daya ledak hingga 11 ton ini dijatuhkan dari pesawat di Distrik Achin, Provinsi Nangarhar, yang berbatasan dengan Pakistan.

Serangan tersebut bertujuan untuk menghancurkan gua-gua ISIS, dan pada saat yang sama meminimalisir dampaknya bagi pasukan Afganistan dan Amerika Serikat yang melakukan operasi keamanan di wilayah itu.

Gedung Putih juga memberikan konfirmasi tentang penggunaan bom non-nuklir terbesar yang dimiliki Amerika.

“Kami menyerang sistem terowongan dan gua yang digunakan secara leluasa oleh para milisi ISIS untuk dengan mudah menyerang penasihat militer AS dan pasukan Afghanistan di daerah itu,” ujar juru bicara Gedung Putih Sean Spicer.

Sumber-sumber setempat menuturkan ledakan begitu dahsyat sehingga suaranya sampai terdengar di dua distrik yang berdekatan dengan distrik Achin.

Amerika Serikat belum memberikan rincian dampak serangan, tetapi seorang pejabat setempat mengatakan kepada BBC bahwa banyak militan ISIS tewas.

Mantan Presiden Afghanistan Hamid Karzai mengkritik penggunaan senjata seperti itu yang disebutnya tidak manusiawi. Ia menuduh Amerika Serikat menggunakan Afghanistan sebagai lokasi percobaan.

Editor : Syl

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button