OTOMOTIF

Pendiri Apple: Steve Jobs Sebenarnya Gaptek

JAKARTA,BritaBrita.com – Apple didirikan oleh Steve Jobs dan Steve Wozniak pada April 1976. Wozniak sudah lama tidak menjadi bagian Apple. Kini, dia menyibukkan diri sebagai pembicara dan kegiatan lainnya.

Bukan rahasia kalau dari sisi teknis, Wozniak lebih berperan dalam rancangan komputer Apple di masa awal. Malah Woz menyatakan mendiang Jobs sebenarnya tidak tahu apa-apa soal teknologi. Meskipun demikian, karisma dan visinya membuat Jobs jauh lebih tenar ketimbang Wozniak.

“Steve Jobs itu tak punya peran apa-apa dalam desain komputer Apple I dan Apple II dan interface printer dan serial interface dan floppy disk serta hal-hal yang kuciptakan untuk mempercanggih komputer itu,” kata Woz dalam sebuah wawancara seperti dinukil dalam laman detik.com dari Mirror.

“Dia tidak mengerti teknologi. Tapi dia ingin menjadi penting dan orang penting selalu adalah orang bisnis. Jadi itulah yang ingin dilakukannya,” lanjut Woz.

Wozniak dan Jobs pertama kali bertemu pada tahun 1971 setelah diperkenalkan seorang teman. Kemudian mereka mendirikan perusahaan komputer bernama Apple. Produk pertama adalah komputer Apple I yang dibuat Wozniak di garasi pada tahun 1976.

Apple I dijual USD 666,66 pada waktu itu dan awalnya dibuat hanya 200 unit. Karena sangat langka, komputer Apple I sangat diburu sekarang ini dan harganya pun selangit.

“Aku selalu ingin berkecimpung di hal-hal berbau teknis, di laboratorium, seperti ilmuwan gila. Jadi memang itu keahlianku,” ucap Woz. Ia juga menyinggung soal komputer Apple II.

“Komputer Apple II adalah satu-satunya produk sukses Apple dalam 10 tahun berdirinya dan komputer itu selesai semuanya hanya untuk diriku sebelum Steve Jobs tahu bahwa komputer itu eksis,” imbuhnya.

Pendiri Apple: Steve Jobs Sebenarnya <i>Gaptek</i>Foto: Istimewa

Woz mengakui kalau Jobs adalah pebisnis yang hebat dan teman baiknya. Meski mungkin kurang mengerti hal-hal berbau teknis, Jobs dikenal sebagai visioner dan mampu memotivasi orang-orang di sekitarnya. Sehingga Apple menjadi perusahaan teknologi raksasa.

Dalam kunjungannya ke Jakarta pada tahun 2012, Woz pernah banyak bercerita soal kiprahnya di Apple. Dan betapa dia merindukan sosok Jobs.

“Aku pergi meninggalkan Apple karena punya ide membangun remote control universal. Aku juga mengembangkan pengganti hardisk dengan chip seperti solid disc state. Aku cinta mengembangkan barang-barang baru. Aku juga sempat amnesia setelah kecelakaan pesawat. Kemudian, aku juga kembali kuliah di UC Barkeley untuk mengejar ketertinggalan,” Woz mengungkapkan alasannya pergi dari Apple.

“Sedangkan Jobs, dia memiliki reputasi buruk pada titik tertentu. Dia diberhentikan dari perannya setelah mencoba untuk memecat CEO kami. Dia diberhentikan dari otoritasnya tetapi tidak keluar dari Apple. Dia merasa dihambat untuk melakukan hal yang ia cintai. Mencoba untuk membangun sebuah komputer besar bagi dunia. Produk-produk Apple benar-benar mendefinisikan pekerjaan Steve. Hampir semua produk Apple adalah representasi dari Steve Jobs,” lanjut dia.

“Sekarang Steve Jobs sudah pergi meninggalkan kita. Betapa aku sangat merindukannya. Aku berharap dia ada di sini, menemani saya berbagi pengetahuan dan passion tentang teknologi. Aku rasa tak ada pemimpin teknologi seperti dia,” kenang Woz ketika itu.

Editor : Syl

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button