POLITIK

Ribut Paket Sembako, Tim Ahok-Djarot dan Anies-Sandi Saling Lapor

JAKARTA,BritaBrita.com– – Tim pemenangan pasangan calon Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot) membantah tudingan melakukan politik uang berupa pembagian sembakomurah. “Kami tidak pernah menginstruksikan memakai cara pembagian sembako untuk mengajak memilih,” kata Taufik Basari, juru bicara pasangan Ahok-Djarot.

politik-uang-tolak

Karena itu, Tim Hukum dan Advokasi pasangan Ahok-Djarot, justru melaporkan balik adanya dugaan politik uang yang dilakukan tim sukses Anies-Sand, yang sebelumnya, telah melaporkan adanya politik uang yang diduga dilakukan tim sukses Ahok-Djarot. Politik uang yang dimaksud berupa pembagian sembako murah.

Wakil Ketua Tim Pemenangan Anies-Sandi, M. Taufik, mengatakan, indikasi pembagian sembako murah ini modus dari politik uang terlihat dari harganya. Paket sembako yang harganya diperkirakan Rp 50 ribu dijual hanya Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu. Jumlahnya, kata Taufik, ada ratusan ribu paket.

Taufik mengatakan, dugaan politik uang dengan modus bagi-bagi sembako murah itu berlangsung dua hari terakhir ini. Taufik menyebut bagi-bagi sembako murah di wilayah-wilayah yang notabene mendukung Anies-Sandi atau di daerah miskin di Jakarta Utara dan Jakarta Timur.

Sejumlah foto di media sosial mengenai kegiatan pembagian sembako juga viral. Salah satunya menampilkan sejumlah warga sedang membawa sembako sambil mengenakan kemeja kotak-kotak. Kemeja motif tersebut merupakan ciri khas seragam kampanye Ahok-Djarot.

Menurut Taufik Basari, seragam kampanye Ahok-Djarot memang kemeja kotak-kotak. Namun, pakaian ini dapat dengan mudah diperoleh di mana-mana. “Bisa saja ada yang mengatasnamakan relawan Ahok-Djarot tanpa diketahui mereka relawan asli atau jadi-jadian. Yang jelas tidak ada kebijakan tim sukses untuk gunakan sembako untuk meraih suara,” kata Taufik Basari seperti dinukil dalam laman tempo.co.

Tim Hukum dan Advokasi pasangan Ahok-Djarot, juga melaporkan adanya dugaan politik uang yang dilakukan tim sukses Anies-Sandi ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta. Laporan itu, kata Ronny B Talapessy, tim kuasa hukum Ahok-Djarot, dilakukan Minggu malam, 16 April 2017 ke Bawaslu dengan nomor Laporan 086/LP/Pilkada Provinsi DKI/VI/2017.

“Pihak terlapor timses pasangan nomor tiga, Hary Tanoesoedibyo dan Nur Asia yang merupakan istri dari Sandiaga Uno,” ujar Ronny saat dikonfirmasi wartawan seperti dikutip dari Antara. Dugaan politik uang yang ditemui yaitu pembagian paket sembako murah seharga Rp 3.000 setiap paket.

Untuk tempatnya, kata Ronny, di Jalan Anyer, Menteng, Jakarta Pusat. Paket sembako murah juga dibagikan di Jalan Mardani Raya, Cempaka Putih. Peristiwa tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 15 April.

Editor : Syl

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button