Uncategorized

Merevitalisasi Peran Perpustakaan Sekolah

BritaBrita.com-Perpustakaan sekolah lahir dalam rangka mewujudkan tercapainya tujuan pendidikan nasional. Perpustakaan memiliki peran penting sebagai pusat informasi untuk memfasilitasi para siswa dan seluruh civitas akademika  sekolah mengumpulkan informasi ataupun data yang akurat untuk menunjang kegiatan belajar mengajar di sekolah. Telah dipahami bagi masyarakat secara umum,  adanya sebuah sekolah akan diikuti oleh fasilitas yang menjadi unsur penunjang utama sebuah sekolah yaitu perpustakaan. Bagaimana mungkin sebuah sekolah memiliki mutu dan kualitas yang baik jika pada perjalanan, operasional perpustakaan sekolah tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Abdul Waris MPd
Abdul Waris MPd

Perpustakaan sekolah tidak mampu menjalankan peran dan fungsinya sebagai pusat belajar dan informasi civitas akademika sekolah. Ini terbukti dari 4.473 perpustakaan sekolah di Sumatra Selatan (Sumsel) dalam semua tingkatan mulai dari SD hingga SMA/SMK  sederajat hanya 1.309 perpustakaan sekolah yang berkondisi baik. Sedangkan 2.988 perpustakaan sekolah dalam kondisi rusak,  baik itu rusak ringan maupun rusak berat. Hal ini memerlukan perhatian serius dari stake holder pendidikan dan perpustakaan sekolah. Sehingga perpustakaan sekolah dapat menjalankan peran dan fungsinya dengan baik.

SDM Perpustakaan Sekolah

Perpustakaan sekolah sejatinya memiliki tenaga professional  atau sumber daya manusia (SDM) yang berfungsi melayani dan kosentrasi dalam menangani operasional perpustakaan. Paling sedikit dalam tataran perpustakaan sekolah memiliki empat personel, yang terdiri dari kepala perpustakaan, pustakawan, dan dua orang staff yang memiliki tugas pokok dan fungsi (tupoksi) melayani pelanggan yakni anggota perpustakaan dengan baik.

Pertama, kepala perpustakaan, sebagai puncak tertinggi dalam struktur organisasi perpustakaan harus memiliki sertifikat diklat perpustakaan yang diterbitkan oleh organisasi profesi perpustakaan atau Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) setempat berdasarkan Permendiknas No. 25 Tahun 2008 tentang Standar Tenaga Perpustakaan Sekolah/Madrasah.

Kedua, pustakawan, jabatan ini bersifat fungsional yang dibuktikan dengan surat keputusan (SK) jabatan fungsional sesuai dengan jenjang yang tersedia. Pustakawan sekolah yang ada di Sumsel berdasarkan data Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI) ada  11 orang pustakawan sekolah yang aktif, terdiri 7 orang pustakawan untuk tingkat SMP dan 4 orang untuk jenjang SMA sederajat. Hal  Ini berarti hanya 0,25% saja jumlah pustakawan yang memenuhi dari 4.473 perpustakaan sekolah yang tersebar di Sumsel. Memang dari segi standar dan kualifiikasi pendidikan pustakawan, seorang pustakawan harus mengenyam pendidikan minimal strata satu (S1) dari berbagai disiplin ilmu dan lebih baik lagi memiliki background pendidikan ilmu perpustakaan serta diiringi dengan sertifikat diklat pustakawan yang meliputi kompetensi managerial, kompetensi pengelolaan informasi, kompetensi kependidikan, kompetensi social, kompetensi kepribadian, dan kompetensi pengembangan profesi.  Di samping itu juga kualifikasi dan standar pendidikan SDM perpustakaan sekolah ini juga menjadi bagian instrumen akreditasi sekolah maupun terkhusus akreditasi perpustakaan sekolah.

Ketiga, staf perpustakaan sekolah minimal berijazah SMA sederajat yang harus memiliki sertifikat pelatihan/magang pada perpustakaan daerah setempat

Tuntutan Era Digital

Perkembangan teknologi akhir-akhir ini menjadi tuntutan sekaligus tantangan besar bagi perpustakaan sekolah di Sumsel, terutama dalam bidang layanan bagi pengguna perpustakaan. Sehingga perpustakaan mampu memberikan layanan prima bagi pengguna perpustakaan sekolah. Hal ini dibuktikan dengan mampu tidaknya perpustakaan sekolah dalam menerapkan layanannya dimana pun, kapan pun dapat diakses oleh pengguna perpustakaan sekolah. Minimal dapat memberikan informasi tentang perpustakaan sekolah dan beberapa buku elektronik juga tersedia. Era digital ini juga memberikan peluang dalam menyediakan informasi baik perpustakaan yang berbasis web atau blog yang simple dan bahkan ada yang berkonten gratis dengan pemanfatan aplikasi-aplikasi pada pada search engine tertentu.

Sinergi program pengembangan Perpustakaan Sekolah

Memang dalam perjalanannya ada banyak program yang dapat dijalankan oleh perpustakaan sekolah. Hal ini, membutuhkan support kepada pihak sekolah untuk merealisasikannya. Perpustakaan sekolah berdasarkan Keputusan Presiden No.24 tahun 2014 dicantumkan dalam aturan ini bahwa 5% dari anggaran operasional sekolah harus dialokasikan untuk pengembangan pepustakaan, tapi dalam realisasinya tidak banyak  sekolah yang menjalankan ini, bahkan kebanyakan pihak sekolah hanya mengalokasikan beberapa persen saja dari 5% anggaran seharusnya. Hal ini, menyebabkan perpustakaan sekolah yang ketika diakreditasi hanya mampu mendapat akreditasi dengan predikat minimal. Selanjutnya, beberapa perusahaan yang diharapkan dapat menjalin sinergi dalam menyukseskan pengembangan perpustakaan sekolah pun ragu ketika ada alokasi khusus yang dicantumkan pada Kepres ini. Padahal anggaran sekolah banyak tersita pada porsi lainnya.

Revitalisasi Perpustakaan Sekolah

Sebuah harapan besar dalam membangkitkan geliat minat baca setelah lahirnya  Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dan bahkan menjadi Gerakan literasi secara Nasional (GLN) yang melibatkan seluruh lini institusi pendidikan mulai dari SDM perpustakaan khususnya dan civitas akademika sekolah pada umumnya serta perusahaan-perusahaan yang memiliki program Corporate Social Responsibility (CSR) . Seluruh elemen pendidikan bersatu padu dalam merealisasikan terwujudnya peran perpustakan menjadi kenyataan baik dari segi manajemen SDM, penyediaan SDM, sinergi program, dan yang menjadi lini-lini detail penerapan kerja perpustakaan yang ada. Sehingga diharapkan mampu mefasilitasi para pengguna perpustakaan menjadi lebih maksimal dan tujuan pendidikan nasional pun semoga bisa terwujud. (*)

Oleh : Abdul Waris MPd (Guru SMK Negeri 6 Palembang) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button