Uncategorized

Nasib Karyawan Setelah Jamu Nyonya Meneer Pailit

SEMARANG,BritaBrita.com — Putusan pailit untuk perusahaan Jamu Nyonya Meneer oleh Pengadilan Negeri (PN) Semarang pada Kamis (3/8) lalu cukup memukul para karyawan yang telah sekian lama memperjuangkan haknya.

Boleh jadi, putusan ini menjadi kado pahit setelah perusahaan yang dirintis oleh Lauw ping Nio ini berusia se-abad. Setidaknya ini dirasakan oleh Kusmiati (54), salah seorang karyawan bagian produksi industri jamu ini.

Warga Bangetayu, Kecamatan Genuk, KotaSemarang tersebut mengaku terpukul dengan putusan PN Semarang yang menyatakan perusahaan tempatnya bekerja pailit. Sebab selama dua tahun terakhir ia bersama ratusan karyawan lainnya jamak turun ke jalan.

Ia mengaku sudah beberapa kali melakukanaksi demo untuk memperjuangkan hak-hak karyawan yang belum beres. Baik di lingkungan pabrik, di PN Semarang maupun di kantor gubernuran.

Upaya untuk memperjuangkan hak pekerjaini dilakukan di tengah- tengah gonjang- ganjing kondisi keuanganperusahaannya. “Sekarang, belum tahu apalagi yang bisa dilakukan untuk menuntutapa yang menjadi hak kami,” ungkapnya di Semarang, Senin (7/8/2017).

Hal ini diamini oleh Broto (62), seorang mantan karyawan perusahaan jamu Nyonya Meneer yang juga warga lingkungan Manis Harjo, Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Semarang Timur.

Setelah 25 tahun mengabdi dan diminta pensiun karena telah melampaui batas usia karyawan, awal tahun lalu, ia tak kunjung menerima hak (pesangon) yang seharusnya diberikan oleh perusahaan ini. “Seharusnya saya sudah menerima pesangondari perusahaan setelah pensiun. Tapi sekarang malah bangkrut,” ujarnya.

Meski begitu, kuasa hukum karyawan perusahaan jamu Nyonya Meneer, Khoirul Anwar yang dikonfirmasi terpisah mengakui,para karyawan tengah melakukan konsolidasi setelah mendengar putusan PN Semarang soal pemailitan ini.

Saat ini, jelasn Khoirul, pihaknya masih menunggu hasil kurator dalam menyelesaikan kewajiban Nyonya Meneer kepada par akreditur. Sebab aset yang dimiliki Nyonya Meneer harus dibekukan untuk kemudian dikelola kurator.

Selanjutnya, kurator juga akan melakukan proses investigasi guna mendata seberapa banyak utang dari pihak kreditur yang harus dilunasi. Setelah semua diketahui, aset akan dijual dengan cara dilelang.

Hasil lelang itulah akan digunakan untuk menutup utang kreditur dan karyawan. “Dalam hal ini, kami selalu berihtiar sesuaidengan koridor hukum yang ada,” ujarnya seperti dinukil dalam laman Republika.co.id.

Seperti diketahui, PN Semarang telah memutuskanpailit perusahaan jamu Nyonya Meneer karena gagal membayar kewajiban utang kepada sedikitnya 35 kreditur. Total nilai pinjaman yang tidak bisa terbayarkan ini mencapai Rp 89 miliar.

Permohonan putusan pailit ini dilakukan oleh salah satu kreditur, Hendrianto Bambang Santoso yang berasal dari Kabupaten Sukoharjo. Pemohon menyatakan Nyonya Meneer tidak memenuhi kewajibannya untuk membayar utangnya sebesar Rp 7,04 miliar.

Editor : Syl

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button