Uncategorized

Calon Anggota Bawaslu “LEO” Dilaporkan Masyarakat OKU Timur Ke Pansel Sumsel

BritaBrita.Com,Palembang,-Keputusan Tim Seleksi calon anggota Bawaslu Provinsi Sumatera Selatan Nomor: OO4/TimseI/Bawaslu-Prov.SS/Vlll/2017 Tentang Pengumuman Hasil Test Tertulis, Test Kesehatan, Test Psikologi Tahap 1 calon anggota Bawaslu Provinsi Sumatera Selatan pertanggal 15 Agustus Tahun 2017,  mendapat tanggapan dari masyarakat.
Ferry warga Buay Madang OKU Timur  yang memasukan laporan hari ini,  Senin (21/08/2017) mengatakan tanggapan ini berupa masukan ke Panitia Seleksi (Pansel) anggota Badan pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumatera Selatan (Sumsel) tentang rekam jejak calon anggota Bawaslu Sumsel yang tengah mengikuti tahapan seleksi penerimaan. Tanggapan ini berupa laporan atas pelanggaran dan sanksi yang diberikan kepada Leo Budi Rachmadi,  SE anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU)  OKU Timur,  pada saat kejadian.
“Dari keputusan tersebut kami sebagai warga masyarakat yang peduli pemilu bersih di  Sumsel menanggapi akan kredibilitas para calon anggota Bawaslu Sumsel yang kami anggap sangat diragukan karena diduga banyak kesalahan dan pelanggaran yang telah dilakukan oleh  calon atasnama Leo Budi Rachmadi SE, tidak layak dan tidak pantas dijadikan Komisioner Bawaslu Provinsi Sumatera Selatan,” jelasnya usai memasukan pengaduan.
Leo Budi Rachmadi SE,  lanjut Ferry pria yang lahir di OKU,  14 Agustus 1974 saat ini masih bekerja sebagai Anggota/Ketua KPU OKU Timur Terbukti telah melakukan pelanggaran Administrasi Pemilu yang berdasarkan hasil keputusan yang dikeluarkan oleh KPU Provinsi Sumatera Selatan tertanggal 14 September Tahun 2015 keputusan KPU Provinsi Sumatera Selata Nomor : 162/KPTS/ KPU.006/lX/2015 dengan dinyatakan terbukti melakukan pelanggaran Administrasi Pemilu yang mencakup penyimpangan terhadap tata kerja KPU, KPU Provinsi/KIP Aceh, KPU/KIP Kabupaten Kota, PPK, PPS, PTLN, KPTS/ KPTSLN dengan demikian Sdr. Leo Budi Rahmadi, SE secara sah dan meyakinkan dinyatakan tidak patut dan tidak Pantas lagi mencalonkan diri apalagi menjadi Anggota Bawaslu Provinsi Sumatera selatan terkait pelanggaran Undang-undang dan syarat sebagai calon penyelenggara pemilu.

“Sebagai tindak lanjut pengaduan dugaan Pelangaran Pemilukada Kabupaten OKU Timur tahun 2015 Bawaslu Republik Indonesia pernah mengeluarkan surat Nomor 0068/k.BawasIu/PM.06/Il/2016 bahwa KPU OKU Timur dalam hal ini Leo Budi Rahmadi untuk diproses dengan diteruskan pada Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP),” tegas Ferry

Mendukung laporannya Fery membeberkan Bukti-Bukti berupa
a. Keputusan dari KPU Provinsi Sumatera Selatan bahwa KPU OKU Timur (Leo Budi Rahmadi) TERBUKTI melakukan pelangaran Administrasi dengan Laporan surat keputusan KPU Provinsi Sumatera Selatan Nomor :162/KPTS/ KPU.006/lX/2015. Dan diberikan sanksi Peringatan Tertulis.

b. Tindak Lanjut rekomendasi Badan Pengawas Pemilu terhadap dugaan Pelanggaran Administrasi Pemilu yang di kelurakan KPU Provinsi Sumatera Selatan melalui Keputusan Nomor : 163/KPU.Prov.006/IX/2015. Juga terbukti dan kepada ketua dan Anggota KPU termasuk Saidara Leo Budi Rachmadi diberikan Sanksi Tertulis.
SK ini ditanda tangani lima anggota KPU Sumsel tanggal 14 dan 15 September 2015.
c. Surat Bawaslu RI 0068/k.Bawaslu/PM.06/II/2016 tanggal 8 maret 2016 tentang tentang instruksi penerusan tindak lanjut pelanggaran pemilukada Kabupten OKU Timur kepada Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) dan segera melaporkan kepada Bawaslu RI dalam kesempatan Pertama atas laporan tersebut.

Selanjutnya Ferry menyampaikan bahwa Saudara Leo Budi Rahmadi, SE tidak patut dan tidak pantas sebagai penyelenggara pemilu karena secara hukum yang bersangkutan telah melanggar peruturan perundang undangan.

“Kepada Tim Seleksi calon Anggota Bawaslu Provinsi Sumatera Selatan, Bawaslu Rl, kami minta untuk menolak dan menggugurkan Sdr. Leo Budi Rahmadi sebagai Calon anggota Bawaslu Provinsi Sumatera Selatan periode 2017-2022,” tegasnya.
Sementara itu Hasanuddin Mantan Ketua Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten OKU Timur, ketika diminta keterangan membenarkan apa yang disampaikan Ferry.  Melalui Telepon selular Hasananuddin membenarkan laporan tersebut.
“Pelanggaran tersebut Saat pemilihan Bupati OKU Timur.  Dimana Saudara Leo menerima berkas yang belum lengkap dan melanggar tahapan pemilukada yang sudah ditetapkan. Rekomendasi Bawaslu RI harusnya dibawa ke DKPP namun kami Panwas OKU Timur tidak bisa mengawal karena sifatnya adhok bubar selesai tahapan Pilkada, “beber Hasanuddin.
Hasanuddin pun menambahkan jika Saudara Leo selain melanggar tahapan Pilkada juga melakukan pelanggaran lain. yakni mencetak surat suara tidak berdasarkan aturan.
“Harusnya surat dicetak sesuai Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan ditambah tidak lebih dari 2% dari DPT,  namun saudara Leo Sebagai ketua KPU OKU Timur mencetak lebih dari ketentuan yang berlaku.  Namun sekali lagi karena sifat Panwas Adhok kami tidak bisa mengawal kasus ini, tutupnya.

Sementara Itu Kasubag Administrasi Bawaslu Sumsel Tri Effendi, membenarkan jika ada pengaduan dari masyarakat OKU Timur terhadap salah satu Calon Bawaslu Sumsel yang tengah mengikuti tes.

“Iya bener ada pengaduan ditujukan kepada calon bawaslu Sumsel yang saat ini masih menjabat KPU OKU Timur, dan isinya kami tidak mengetahui. Pengaduan ini akan disampaikan ke panitia seleksi Bawaslu Sumsel,”singkatnya

Sementara itu leo Budi Rahmadi, mengatakan, silakan masyarakat melakukan pelaporan”yang bisa diproses itu jika pelapor disertai KTP dan No kontak yang bisa dihubungi itu bisa diproses. Jangan-jangan ini surat kaleng,”katanya

Anggota Timsel Bawaslu Sumsel Prof Alfitri, mengatakan, akan mendelet jika terbukti.”Namun semua itu bisa dibuktikan dengan bukti, serta pelapor jelas ada kartu identitas diri,”singkatnya(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button