Uncategorized

Mengejutkan! Tujuh Tokoh Kalbar Mengincar Kursi Gubernur

BritaBrita.com,PONTIANAK–Pada 28 Juni 2018 mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar Pilkada Serentak di sejumlah daerah Tanah Air.

Kalimantan Barat sendiri akan menggelar 6 Pilkada yakni, Mempawah, Kubu Raya, Kayong Utara, dan Sanggau (tingkat kabupaten).

Kemudian Pemilihan Walikota Pontianak dan Pemilihan Gubernur Kalbar untuk periode lima tahun berikutnya.

Dari enam Pilkada tersebut, Pemilihan Gubernur (Pilgub) cukup menyita perhatian publik.

Sejumlah figur mulai bermunculan untuk menjadi gubernur baru menggantikan Cornelis yang sudah dua periode menjabat.

Hingga 21 Agustus 2017 ini, setidaknya sudah ada 7 tokoh yang menyatakan dirinya siap bertarung di Pilgub nanti.

Lima di antaranya masih menjabat bupati/walikota, satu mantan bupati dan satu lagi tokoh perempuan.

Dari tujuh tokoh tersebut, dua di antaranya perempuan.

Berikut 7 tokoh yang siap maju pada Pilgub Kalbar 2018 seperti dinukil dalam laman tribunnews.com: 

1. Karolin Margret Natasa

Bupati Landak Karolin Margret Natasa saat aksi pengendalian perubahan iklim dengan melakukan penanaman kemiri sunan di kawasan hutan dengan tujuan khusus (KHDTK) di Desa Kasturi, Kecamatan Mandor pada Senin (31/7).
Bupati Landak Karolin Margret Natasa saat aksi pengendalian perubahan iklim dengan melakukan penanaman kemiri sunan di kawasan hutan dengan tujuan khusus (KHDTK) di Desa Kasturi, Kecamatan Mandor pada Senin (31/7). (ISTIMEWA)

Lahir di Mempawah, 12 Maret 1982. Kini menjabat Bupati Landak periode 2017-2022 dan juga mantan anggota Komisi IX DPR RI periode 2009-2014 dan 2014-2019 dari daerah pemilihan Kalimantan Barat.

Ia merupakan putri Gubernur Kalimantan Barat Drs Cornelis MH.

Karolin juga menjadi perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua Umum dalam organisasi Pemuda Katolik.

2. Adrianus Asia Sidot

Bupati Landak, Adrianus Asia Sidot
Saat menjabat Bupati Landak, Adrianus Asia Sidot 

Adrianus Asia Sidot adalah Bupati Landak dua periode 2008–2011 dan 2011–2016.

Ia pernah menjabat Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Landak.

Pada Pilkada 2006, ia terpilih menjadi Wakil Bupati Landak, berpasangan dengan Cornelis.

Cornelis terpilih sebagai Gubernur Kalbar 2008-2013, sehingga pada Januari 2008, Adrianus Asia Sidot menggantikan Cornelis sebagai Bupati Landak.

3. Sutarmidji

Walikota Pontianak, Sutarmidji
Walikota Pontianak, Sutarmidji 

Sutarmidji lahir di Pontianak, 29 November 1962. Kini ia menjabat wali kota Pontianak (dua periode wali kota dan satu periode wakil wali kota Pontianak).

Di bawah kepemimpinannya, dia berhasil membuat beberapa kemajuan pembangunan kota Pontianak, terutama di bidang infrastruktur.

Pendidikan dasar diselesaikannya di SDN 54 Pontianak pada 1974 dan pendidikan menengah pertama diselesaikan SMPN 1 pada 1977.

Ia menjadi alumni SMA Santo Paulus tahun 1981, kemudian mendapat gelar Sarjana Hukum di Universitas Tanjungpura pada 1986 dan Magister Humaniora di Universitas Indonesia pada 1993.

Dia mengawali karier sebagai dosen di Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura pada 1987-2000.

4. Ria Norsan

Bupati Ria Norsan dan wakilnya, Gusti Ramlana, Minggu (2/10/2016)
Bupati Ria Norsan dan wakilnya, Gusti Ramlana

Ria Norsan lahir di Mempawah, 17 Desember 1967. Ia bupati Mempawah yang menjabat pada dua periode yakni 2009-2013 dan 2013-2018.

Bersama pasangannya Gusti Ramlana berhasil memenangkan pilkada Mempawah 2013 dengan prosentase 42,2 persen.

5. Hildi Hamid

Bupati Kayong Utara, Hildi Hamid memberi motivasi guru saat seminar pendidikan di Balai Praja Kayong utara, Rabu (13/4/2016).
Bupati Kayong Utara, Hildi Hamid 

Hildi Hamid lahir di Ketapang, 19 Agustus 1954. Hildi adalah bupati Kayong Utara yang menjabat dua periode yakni 2008-2013 dan 2013-2018.

Ia dan pasangannya Idrus berhasil memenangkan pilkada Kayong Utara 2013 dengan perolehan 21.355 atau 41 persen.

6. Lidya Natalia Sartono

Lidya Natalia Sartono
Lidya Natalia Sartono (IST)

Aktivis muda Lidya Natalia Sartono adalah mantan Ketua Umum PP PMKRI Periode 2013-2015.

Ia merupakan kader perempuan Dayak yang menjadi tokoh pertama di kancah organisasi tingkat nasional.

Namanya memang tidak setenar tokoh lainnya, namun kehadiran figur perempuan ini akan menjadikan persaingan kian berwarna.

7. Suryadman Gidot

Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot saat memberikan sambutan di Halal Bihalal, Formptura, Minggu (23/7/2017).
Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot 

Suryadman Gidot lahir di Bengkayang, 15 Mei 1971. Gidot adalah bupati Bengkayang yang menjabat dua periode yakni 2010-2015 dan 2016-2021.

Ia dan pasangannya Agustinus Naon berhasil memenangkan pilkada Bengkayang 2015 dengan perolehan 55.200 suara (50,53 persen).

Sebelumnya ia menjabat sebagai wakil ketua DPRD Bengkayang dan wakil bupati periode 2005-2010.

Sangat mungkin, figur lain akan terus bermunculan karena Kalimantan Barat memiliki banyak tokoh yang mampu membawa Kalbar menjadi lebih baik.

Tahapan Pilkada Serentak

Pertengahan Juni lalu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) meluncurkan jadwal resmi tahapan Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018.

Dalam PKPU Nomor 1 Tahun 2017, Pasal 4 disebutkan tahapan pemilihan terdiri atas tahapan persiapan dan tahapan penyelenggaraan.

Kegiatan sosialisasi kepada masyarakat dimulai 14 Juni 2017.

Sedangkan pembentukan PPK dan PPS akan dimulai 12 Oktober 2017.

Pengolahan DP4 akan dilakukan dari 24 November 2017 hingga 30 Desember 2017.

KPU akan mulai melakukan proses pemutakhiran data dan daftar pemilih pada 30 Desember 2017.

Berikutnya, penerimaan DAK2 akan dimulai 31 Juli 2017 dan pendaftaran pasangan calon akan dimulai pada 1 Januari 2018.

Masa kampanye dimulai 15 Februari 2018 dan masa tenang dan pembersihan alat peraga akan dimulai 24 Juni 2018.

Adapun pemungutan dan penghitungan suara Pilkada Serentak 2018 dilaksanakan 27 Juni 2018.

Sedangkan rekapitulasi akan dilaksanakan pada 28 Juni 2018.

Editor : Syl

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button