Uncategorized

Jutaan Benih Ikan Langka Ditebar ke Sungai

BritaBrita.com,Mojokerto РBalai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan menebar 2,75 juta benih ikan langka ke sungai. Diharapkan, populasi ikan yang dilakukan penebaran selama 2 tahun di perairan umum, kembali normal.

Kepala BBPBAT Sukabumi Supriadi mengatakan, sejak tahun 2016 hingga kini, penebaran benih (restocking) ikan langka telah menyentuh sungai-sungai di 7 wilayah kerjanya. Antara lain di Agam-Sumatera Barat, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Yogyakarta dan Garut.

“Kami ingin memperbaiki populasi ikan di perairan umum yang cederung turun,” kata Supriadi usai penebaran benih ikan Rengkik di Sungai Anyar, Kelurahan Blooto, Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Kamis (26/10/2017).

Program tebar benih sendiri, lanjut Supriadi, khusus untuk ikan lokal yang populasinya hampir punah. “Restocking diutamakan ikan asli perairan umum, seperti Rengkik, Nilam, Tawes dan ikan lokal lainnya, tergantung permintaan daerah,” ujarnya.

Sejak tahun 2016 hingga hari ini, menurut Supriadi, sebanyak 2,75 juta benih ikan ditebar ke sungai atau perairan umum di wilayah kerja BBPBAT Sukabumi. Salah satu faktor yang berpotensi mengganjal program ini adalah pencemaran sungai oleh limbah rumah tangga dan industri.

“Itu tergantung regulasi pemda, kalau saya sebagai UPT teknis hanya menyediakan benih ikan,” terangnya.

Salah satu program restocking itu menyasar Kota Mojokerto. Seperti hari ini, bantuan 500 ribu benih ikan Rengkik atau Baung dari BBPBAT Sukabumi ditebar ke beberapa sungai di Kota Onde-onde.

Meliputi Sungai Anyar sebanyak 100 ribu ekor, Sungai Brantas 200 ribu ekor, Sungai Brangkal 100 ribu ekor dan Sungai Sadar 100 ribu ekor. Ikan yang fisiknya mirip ikan Patin ini tergolong langka di Kota Mojokerto.

“Ini kami agendakan terus untuk restocking. Karena saya sudah tetapkan ikan Rengkik sebagai ikon Kota Mojokerto. Sehingga ikan rengkik harus mudah didapatkan di suangai mana saja,” cetus Wali Kota Mojokerto Mas’ud Yunus di lokasi restocking.

Selain melalui restocking, tambah Mas’ud, budidaya ikan Rengkik juga sedang dilaukan di kolam-kolam. Setidaknya ada 47 kolam budidaya ikan Rengkik di wilayahnya.

“Belum bisa panen karena sementara ini kami masih mengembangbiakkan,” tuturnya.

Bahkan untuk mewujudkan ikan Rengkik sebagai ikon Kota Mojokerto, Mas’ud akan membuat regulasi bagi restoran dan rumah makan. “Nantinya setiap restoran dan rumah makan saya wajibkan menyediakan menu ikan Rengkik. Sehingga orang mencari kuliner ikan Rengkik akan mudah,” tandasnya seperti dinukil dalam laman detikcom.

Editor : Syl

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button