Uncategorized

Ini Sebabnya Jokowi Marah-Marah Dengan Dunia Pendidikan Indonesia

BritaBrita.com,Bogor – Dunia pendidikan di Indonesia berjalan monoton. Perlu perombakan total, khususnya mengenai metode pembelajaran.

Mengutip salah satu artikel profesor di Universitas Harvard, Amerika Serikat (AS) Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa, pendidikan di Jakarta, minim inovasi. Akhirnya, butuh 128 tahun untuk mengejar negara-negara maju.

“Kita memang sudah terlalu lama, pendidikan kita ini monoton. Rutinitas berjalan. Kalau kita tidak rombak, kita tidak ubah total, mungkin benar tadi yang dihitung Belva tadi, berapa tahun? 128 tahun, itu pun di Jakarta,” kata Presiden.

Hal itu dikemukakan Presiden saat berdialog dengan pemuda dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-89 di halaman Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Sabtu (27/10/2017).

Menurut Presiden, kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari sekitar 17 ribu pulau menjadi persoalan besar. Perbaikan aplikasi sistem dinilai sangat dibutuhkan. “Perubahan akan tampak kalau kita gunakan aplikasi-aplikasi sistem yang memudahkan anak-anak belajar,” ujar Presiden.

Presiden mengaku cenderung lebih senang, jika siswa tidak hanya belajar di ruangan. Pelajar-pelajar sekolah dasar dianggap perlu dibawa ke kantor bank. Tujuannya agar siswa dapat mengerti perbankan.

“Kenapa tidak diajak ke pabrik garmen, lalu museum untuk mengenalkan sejarah, artefak lama yang konkret. Saya senangnya 40 (persen) di ruangan, 60 di luar. Kalau kita berani berubah, tantangan secara cepat bisa kita hadapi,” ungkapnya.

Pemuda bernama Adamas Belva Syah Devara mendapat kesempatan berdialog dengan Presiden. Belva merupakan lulusan Harvard. Kini, Belva menjadi co-founder pada situs ruangguru.com yang menyediakan ruang virtual pelajaran sekolah.

“Dia (dosen Belva di Harvard) tulis artikel, di Jakarta dia lihat skornya berapa, lalu dibandingkan dengan skor negara-negara maju. Terus dia hitung berapa lama sampai ke sana. Dan ternyata kita butuh 128 tahun,” kata Belva seperti dinukil dalam laman beritasatu.com.

Dia optimistis, teknologi menjadi jawaban ketertinggalan itu. Pihaknya, kini telah bermitra dengan 33 provinsi dan lebih dari 300 pemerintah kabupaten/ kota. “Ini waktunya anak muda unjuk gigi. Kita harus buktikan punya prestasi dan kualitas membangun negeri,” tegasnya.

Merespons hal itu, Presiden berjanji mempertemukan Belva dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy di Istana Kepresidenan Jakarta.

Editor : Syl

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button