POLITIK

Dibalik Kunjungan Intens Tommy Soeharto ke Kiai dan Habib Hingga Tentang Calon Presiden

BritaBrita.com,JAKARTA-Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto melakukan silaturahmi ke sejumlah pesantren, kiai, dan habib di Jawa Timur selama dua hari, Sabtu dan Minggu, 28-29 Oktober 2017. Ia berkunjung ke sejumlah habib, kiai dan pesantren itu di Pasuruan, Situbondo, Bondowoso, dan Probolinggo.

Habib Ali, Juru bicara Tommy Soeharto dalam kegiatan itu mengatakan, silaturahmi ke kiai merupakan rutinitas biasa. “Seperti yang dilakukan di Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jakarta hingga di luar Jawa. Tujuannya hanya untuk mempersatukan kepentingan-kepentingan,” kata Habib Ali. Ia menyatakan telah mendampingi anak Presiden Soeharto ini, sejak 19 tahun lalu ini.

Habib Ali mengatakan Tommy Soeharto melakukan silaturahmi ke kiai dan habib yang dulu pernah menjalin hubungan dengan bapaknya. “Selain itu tidak ada kepentingan lainnya. Adapun mengenai Partai Berkarya, itu kemauan dari orang-orang dekat beliau. Mereka ini orang-orang yang ingin ada perubahan,” katanya.

Karena bukan kader Partai Berkarya, Habib Ali tidak bisa menjelaskan platform partai itu. “Platformnya berbeda dengan partai yang lain,” katanya tanpa menyebutkan bagaimana platform partai besutan Tommy ini. Menurut Habib Ali, ada harapan pada diri Tommy terhadap ormas-ormas Islam seperti Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, serta ormas nasional seperti Forum Komunikasi Putra-putri Purnawirawan Indonesia, untuk benar-benar kembali ke jati diri bangsa Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika.

Menurut Habib, Tommy melakukan perjalanan ke Jawa Timur karena mendapatkan panggilan dari kiai-kiai. “Dari dulu dipanggil. Ia mendapat panggilan dari beberapa kiai di Kraksaan, karena pernah didatangi kedua orang tua beliau,” katanya. Perjalanan silaturahmi itu di antaranya ke Pesantren Salafiyah di Pasuruan pimpinan Habib Taufik. Menurut Habib Ali, Habib Taufik adalah ketua para habib se-Jawa Timur, serta Ketua Alumni Pesantren se-Jawa Timur, dan kiai yang disegani di Jawa Timur.

Tommy juga bertandang ke Pesantren Syafi’iyah di Situbondo. Pesantren ini dikenal sebagai pesantren yang memiliki ikatan dekat dengan Soeharto karena penguasa Orde Baru ini beberapa kali berkunjung ke sana. Kiai Arsyad, pengasuh pesantren itu, mengidolakan Soeharto. Selain itu, Tommy juga bertamu ke Pesantren Al Ishlah di Bondowoso.

Selanjutnya, pada Minggu, 29 Oktober 2017, Tommy menghadiri haul Habib Husein Al Hamid.di Brani, Probolinggo. Lalu, ia berkunjung ke Pesantren Syech Abdul Qadir Jailani. Dari situ, Tommy bersilaturahmi ke Pesantren Umi Toha. Yayasan Keluarga Cendana pernah membangun masjid di kompleks pesantren ini, untuk mengenang Nyonya Tien Soeharto.

Diminta Maju di Pilpres 2019, Begini Kata Tommy Soeharto

Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto mendapat dukungan untuk maju dalam Pemilihan Presiden 2019. Dukungan itu mencuat dalam acara Dialog Kebangsaan di Pesantren Al Ishlah, Bondowoso, Jawa Timur, Sabtu malam, 28 Oktober 2017.

Dukungan agar putra bungsu Presiden Indonesia kedua, Soeharto, itu disuarakan seorang peserta dialog. “Mas Tommy enggak perlu mau-malu, muncul sajalah putranya Pak Soeharto. Tampillah sebagai pemuda dan calon pemimpin di negara ini,” kata peserta yang mengenalkan diri sebagai dai tersebut.

Permintaan tersebut sontak disambut dengan pekikan takbir dan tepuk tangan peserta. Menanggapi permintaan tersebut, Tommy mengatakan dirinya hanya seorang pengusaha. “Saya tidak memiliki ambisi untuk menjadi presiden,” ujarnya seperti dinukil dalam laman tempo.co.

Selain dihadiri Tommy, acara dialog itu juga dihadiri mantan Danpuspom TNI, Mayor Jendral (purnawirawan) Syamsu Jalal, Ketua Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur La Nyalla Mataliti, serta pengurus MUI Jawa Timur. Acara tersebut juga dihadiri puluhan kiai, ustaz, dan habib dari Bondowoso dan sekitarnya serta Keluarga Besar TNI (KBTNI).

Di hadapan para peserta silaturahmi dan dialog kebangsaan yang bertema “Revitalisasi Sumpah Pemuda untuk Kedaulatan Bangsa” itu, Tommy sempat menyampaikan hasil pengamatannya ihwal gambaran situasi dan kondisi politik pemerintahan hingga perekonomian Indonesia. Tommy juga berbicara mengenai kehidupan berbangsa dan bernegara yang terasa semakin jauh dari cita-cita Pancasila.

Setelah sekitar 25 menit menggambarkan situasi kebangsaan, kemudian dibuka sesi tanya-jawab. Dialog dipandu langsung KH Muhammad Maksum, yang merupakan tuan rumah dan pengasuh Pondok Pesantren Modern Al Ishlah. Sebagian besar peserta dialog bertanya ihwal situasi politik yang menghangat saat ini. Dalam kesempatan itulah, salah satu peserta dialog meminta Tommy Soeharto bangkit dan tampil ke masyarakat setiap saat.

Editor : Syl

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button