Uncategorized

5 Mahasiswa UWM Teliti Jinten Hitam Berkhasiat Antikanker

BritaBrita.com,Surabaya РJintan hitam memiliki manfaat dan khasiat yang banyak. Bahkan baru-baru ini mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Katholik Widya Mandala (UWM) Surabaya, meneliti jika jinten hitam bisa sebagai antikanker.

Melalui penelitian, 5 mahasiswa tersebut membuktikan jintan hitam atau yang disebut Habbatussauda atau nama latinnya nigella sativa Linn. 5 Mahasiswa itu yakni, Albert Sebastian Gani, Stella Calista Paramitha, E. Kristin Yuliana, Erdi malutama dan Bernardus Dedyanus Lusiao Tabore Kelan.

“Kami sudah membuktikan lewat penelitian akhir kami ini bahwa biji jintan hitam memiliki kandungan timokuinon yang dapat memberi efek antikanker,” jelas Albert Sebastian Gani, salah satu mahasiswa peneliti kepada wartawan di kampusnya Jalan Raya Kalisari, Rabu (8/11/2017).

5 Mahasiswa itu melakukan eksperiman dengan ketan hitam pada parameter yang berbeda. Mereka melakukan eksperimen tersebut pada telur berembrio. Albert misalnya, menemukan bahwa kandungan timokuinon dalam biji jintan hitam salah dapat mengurangi ekspresi penanda awal kanker.

“Biasanya pada gejala awal kanker ada ekspresi yang berlebih, ditandai dengan warna merah pada jaringan darah. Waktu diberi perlakuan dengan memberikan ekstrak biji jintan, warna merahnya berkurang,” jelas Albert.

5 Mahasiswa UWM teliti jinten hitam/5 Mahasiswa UWM teliti jinten hitam

Selain Albert, Bernard juga menemukan manfaat lain jintan hitam. “Pada penderita kanker, pertumbuhan sel kanker akan bisa tidak terkendali. Untuk itu makrofag juga akan berkembang semakin banyak untuk melawan sel kanker tersebut. Penambahan jumlah makrofag menjadi tanda bahwa sel kanker semakin banyak. Namun ketika diberikan ekstrak biji jintan, makrofag semakin berkurang, di mana hal ini menandakan sel kanker juga semakin berkurang,” jelasnya.

Menurut para mahasiwa, selama ini sudah dikembangkan anti kanker dari bahan herbal seperti tanaman tapak darah, sambung nyawa. Namun, untuk jintan hitam, belum banyak penelitian yang dikembangkan.

“Kalau jintan hitam yang memiliki kandungan antikanker sebenarnya sudah menjadi isu umum, tapi tidak banyak yang meneliti,” tambahnya seperti dinukil dalam laman detikcom.

Bahan aktif timokuinon yang ada di dalam biji jintan hitam tersebut bisa dibilang baru pertama kali ini diteliti dengan metode ini. Padahal jintan hitam ini lebih ekonomis, mudah ditemukan karena tersebar di Indonesia,” ujar Kristin.

Adapun untuk pembuatan ekstraknya, jintan hitam yang telah terkualifiasi dicuci lalu dijemur kurang lebih 1 hari hingga kadar air berkurang. Selanjutnya, jintan hitam diserbukkan menggunakan blender atau ditumbuk lalu dilarutkan dengan pelarut menjadi ekstrak.

“Ini sebagai penelitian pendahuluan, harapannya ke depan ada penelitian selanjutnya. Saat ini kami hanya mengambil ekstraknya saja, ke depan harapannya bisa dikembangkan lebih spesifik seperti diambil timokuinonnya saja untuk keperluan medis, mungkin
dikembangkan jadi obat juga,” pungkas Erdi.

Editor : Syl

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button