Uncategorized

Pembunuhan Gadis Difabel, Polisi: Pelaku Diancam Hukuman 15 Tahun

BritaBrita.com,Bantul – Polisi memastikan antara tersangka, Andreas Fransiskus (42) dengan korban kasus pembunuhan difabel di Bantul tak saling kenal. Tersangka disebut polisi tidak sengaja datang ke rumah korban.

“Tersangka ini datang ke rumah korban, Sabtu (18/11) antara pukul 08.00-09.45 WIB,” kata Kapolres Bantul, AKBP Imam Kabut Sariadi saat melangsungkan konferensi pers di Mapolres Bantul, Senin (20/11/2017).

Menurut Imam, kejadian ini berawal saat tersangka dari kawasan Tugu Yogya menumpang kendaraan yang melaju ke arah Kulonprogo. Di tengah jalan si sopir tidak nyaman dengan keberadaan tersangka, lalu tersangka diturunkan di Sedayu.

Setelahnya, tersangka masuk ke area perkampungan dengan maksud membersihkan badan. Di perkampungan itu tersangka melihat ada rumah yang pintu sampingnya terbuka, kemudian dia masuk ke rumah tersebut.

“(Di dalam rumah) tersangka menemukan barang-barang berharga, sehingga berubah (niat) untuk menguasainya. Namun pada saat ingin melakukan pencurian, (tersangka) kepergok oleh korban,” paparnya.

Karena aksinya kepergok, tersangka langsung menyekap dan mencekik korban hingga tewas. Setelahnya tersangka membawa sejumlah barang berharga milik pelaku, seperti TV Flat 24 inch dan perhiasan seberat 5 gram.

“Tersangka membawa barang-barang curian ke Yogya dengan berjalan kaki. Kemudian oleh tersangka (barang jarahan) akan dijual kepada temannya, tetapi teman tersangka tidak berniat membeli,” bebernya.

Atas perbuatannya ini, kata Imam, tersangka dijerat pasal 365 ayat 3 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan yang berdampak menghilangkan nyawa seseorang.

“Ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” pungkas dia seperti dinukil dalam laman detik.com.

Editor  : Syl

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button