Uncategorized

Hari Aids Sedunia 2017: Kenali 3 Tahap Gejala HIV-AIDS

BritaBrita.com,Jakarta – Hari Aids Sedunia diperingati setiap tanggal 1 Desember. Peringatan Hari Aids Sedunia tahun 2017 ini mengambil tema ‘Hak Saya Untuk Sehat’.

Dalam acara peringatan Hari Aids beberapa lalu, diisi dengan memberikan informasi tentang gejala dan cara pencegahan penyakit AIDS yang benar pada masyarakat, hal itu perlu dilakukan karena penyakit HIV-AIDS masih menjadi wabah menakutkan bagi kesehatan masyarakat dunia.

Selama ini, masyarakat cenderung bersikap menjauhi mereka yang hidup dengan HIV-AIDS positif. Padahal sebenarnya yang dibutuhkan orang dengan HIV-AIDS (ODHA) yaitu dukungan semangat untuk hidup lebih baik dan normal seperti manusia lainnya.

Untuk itu perlu ada edukasi tentang HIV-AIDS sehingga masyarakat betul-betul mengerti tahapan gejala terjadinya HIV hingga menjadi AIDS.

Menurut dr Wiendra Waworuntu, M. Kes Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan RI, berikut ini 3 tahap gejala penyakit HIV-AIDS yang terjadi secara umum :

1. Serokonversi

Gejala penyakit HIV pada tahap pertama disebut serokonversi. Pada umumnya beberapa minggu setelah tubuh terinfeksi, HIV akan menunjukan gejala seperti flu. Selanjutnya setelah satu hingga dua bulan bahkan lebih gejala tersebut akan berhenti dan infeksi HIV tidak menunjukan gejala apapun selama beberapa tahun.

Pada tahap pertama ini infeksi HIV secara umum memiliki kemiripan dengan gejala flu, sakit tenggorokan,nyeri pada otot dan persendian, demam, diare, muncul peradangan berwarna merah disertai benjolan benjolan kecil disekitarnya, berat badan menurun, dan badan terasa lelah.

2. Inkubasi

Gejala HIV selanjutnya disebut tahap inkubasi, pada periode ini hampir tidak muncul gejala apapun dan berlangsung selama beberapa tahun bahkan sampai puluhan tahun, namun HIV terus menyebar ke seluruh tubuh dan merusak sistem kekebalan tubuh hingga seluruh kemampuan tubuh melemah.

Pada periode inkubasi ini umumnya seseorang akan merasa sehat dan tidak merasa telah terinfeksi HIV, namun virus tetap ada dalam tubuh dan sudah bisa menular pada orang lain. Karena itu, memeriksa kesehatan secara rutin harus dilakukan untuk mengetahui gejala penyakit serius sejak dini agar mendapatkan penanganan yang tepat.

3. AIDS

Gejala infeksi HIV pada tahap terakhir terjadi jika tidak ada penanganan atau pengobatan selama gejala tahap kedua. Pada umumnya seluruh kekebalan tubuh telah lemah akibat serangan HIV, sehingga tubuh sangat rentan terserang penyakit serius dan berbahaya lainnya karena tubuh sudah tidak mampu melawan serangan penyakit.

Pada tahap ketiga inilah yang dimaksud dengan penyakit AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome), beberapa gejala yang muncul pada tahap ketiga ini seperti terjadi demam dalam waktu yang cukup lama, terus menerus terasa lelah, berat badan semakin menurun, nafas terasa sesak, terjadi pembengkakan kelenjar getah bening pada paha dan leher.

Pada umumnya pengobatan yang bisa dilakukan pada tahap ini yaitu dengan mencegah HIV merusak sistem kekebalan tubuh, sehingga angka harapan hidup seseorang akan meningkat. Untuk itu harapan pada 2030 mendatang, Indonesia mencapai 3Zero yakni tidak ada lagi kasus kejadian HIV, tidak ada yang meninggal akibat AIDS, dan tidak ada stigma buruk maupun diskriminasi terhadap ODHA atau orang dengan HIV/AIDS.(net)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button