Uncategorized

AS Veto Resolusi DK PBB yang Menolak Keputusan Trump soal Yerusalem. AS pun Kian Dikucilkan

BritaBrita.com,JAKARTA-Amerika telah memveto resolusi Dewan Keamanan PBB yang menolak pengakuan Presiden AS, Donald Trump atas Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Ke 14 anggota Dewan yang tersisa memilih mendukung langkah yang dirancang oleh Mesir.

Naskah resolusi itu mengungkapkan “penyesalan mendalam” atas pengumuman Trump awal bulan ini yang mengakui Yerusalem dan memulai proses pemindahan kedutaan AS dari Tel Aviv.

Profesor sejarah dari Randolph-Macon College, Michael Fischbach mengatakan, keputusan Trump telah membatalkan kebijakan puluhan tahun AS dan juga apa yang telah menjadi “kesepakatan dunia” untuk tidak menetapkan Yerusalem sebagai ibukota Israel.

“Sejak ’67 Israel menguasai seluruh kota, tetapi masyarakat internasional sepakat bahwa sampai konflik Arab-Israel bisa diselesaikan dengan damai, tidak ada negara yang berniat memberi pengakuan apa-apa atas status Yerusalem, karena keputusan PBB dari awalnya menetapkan itu sebagai zona internasional,” kata Fischbach.

Trump mengatakan, keputusannya adalah “pengakuan atas kenyataan” bahwa Yerusalem bukan hanya ibukota bersejarah orang Yahudi, tetapi juga ibu kota Israel modern. Pemimpin Israel menyambut baik tindakannya, termasuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang mengatakan, Yerusalem sebagai ibukota Israel adalah “fondasi perdamaian.”

Warga Palestina menginginkan Yerusalem Timur sebagai ibu kota masa depan negara Palestina, dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan pekan lalu, pihaknya tidak lagi menerima peran AS dalam proses perdamaian. Dia berbicara di sebuah pertemuan para pemimpin Arab di mana banyak orang mengutuk keputusan Trump sebagai tindakan melanggar hukum.

Uni Eropa menegaskan kembali bahwa posisinya adalah, sebuah resolusi antara Israel dan Palestina adalah solusi dua negara dimana Yerusalem adalah ibu kota kedua negara, yakni Israel dan Palestina. (net/*syl)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button