Uncategorized

Diskotek Disulap Jadi Pabrik Sabu. Kadis Pariwisata Bilang Modus Baru

BritaBrita.com,Jakarta – Kepala Dinas Pariwisata DKI Jakarta Tinia Budiarti menilai pabrik narkoba yang berada di tempat hiburan malam, seperti di diskotek MG International Club, merupakan modus baru. “Jadi, ada pabrik narkoba yang dibuat di tempat usaha diskotek, berarti ini ada modus baru,” kata Tinia di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Selasa, 19 Desember 2017.

Menurut Tinia, izin usaha diskotek di wilayah Jakarta Barat itu telah dicabut oleh Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu, pada Senin, 18 Desember 2017. Pencabutan izin usaha tersebut berlaku permanen.

Ke depannya, Tini akan memberikan pembekalan terhadap bawahannya. Salah satunya mengenai pengawasan standar operasional prosedur di tempat hiburan malam. “SOP-nya harus mereka awasi. Bukan hanya di tempat aktivitas izin usahanya, tapi juga aktivitas lainnya,” ucap Tinia.

Tinia menuturkan, bentuk pengawasan instansinya terhadap tempat hiburan malam di Jakarta selama ini hanya bersifat normatif. Misalnya, memastikan administrasi, kegiatan diskotek, dan jam buka-tutupnya sesuai dengan izin yang terdaftar.

“Kalau seperti yang kita ketahui, MG ini ternyata membuat pabrik di lantai 4. Memang itu bukan tugas kami, karena kami hanya di ruang tempat usaha tersebut,” kata Tini.

Selama ini, kata Tinia, pihak pengelola diskotek MG International Club mengaku bahwa itu adalah ruang staf. Sehingga, dari kejadian tersebut, Tinia menilai perlu ada kerja sama antara satuan kerja perangkat daerah, perdagangan, industri, Satpol PP, dan aparat keamanan.

Selain itu, Tinia juga akan meningkatkan sistem pelaporan dari instansinya. “Kami akan melakukan sistem pelaporan yang lebih cepat, sehingga kami akan lebih bisa mengetahui lebih dini,” ujar Tinia.

Diskotek MG International Club di Jalan Tubagus Angke, Wijaya Kusuma, Jakarta Barat, digerebek petugas BNN, pada 17 Desember 2017, pukul 02.30 WIB. Dalam penggerebekan itu, BNN menemukan laboratorium yang diduga menjadi tempat produksi narkoba jenis sabu dan ekstasi cair. Narkoba tersebut dikemas dalam botol air mineral 330 mililiter dan dijual Rp 400 ribu per botol. (net/*syl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button