POLITIK

Ustad Somad Tetap Beri Ceramah Meski Diusir

BritaBrita.com-Ustad Abdul Somad gagal memenuhi undangan ceramah di Hongkong karena disangka teroris oleh imigrasi setempat, Sabtu (23/12). Namun, para pekerja Indonesia di Hongkong masih bisa mendengarkan ceramah ustad asal Riau tersebut. Ternyata, Ustad Abdul Somad menyampakian ceramah lewat aplikasi Skype.

Abdul Somad mengunggah delapan foto di akun Instagram @ustadzabdulsomad. Beberapa foto menampilkan para tenaga kerja wanita (TKW) yang sedang serius mendengarkan isi ceramah dari Ustad Somad.

Dalam foto tersebut Ustad Somad dikelilingi tiga buah kamera. Satu kamera handphone dan dua kamera video. Dia tampak menggunakan peci, baju putih, dan celama hitam. Sementara para TKW yang mendengarkan ceramahnya diberikan kain putih besar dan proyektor untuk menampilkan Ustad Somad.

“Tidak ada satu kejadian apapun yang berlaku dalam dakwah ini, kecuali semuanya adalah kebaikan,” pesan dalam postingan Ustad Somad.

Sementara itu, untuk video ceramah Ustad Abdul Somad diunggah oleh akun Youtube Tafaqquh Video. Judulnya: Hongkong-Live via Skype Ustadz Abdul Somad, Lc, MA ke Jama’ah di Hongkong. Video tersebut berdurasi 21.38 menit.

Berikut beberapa kutipan ceramah keagamaan Ustad Abdul Somad kepada jamaahnya di Hongkong:

“Andai kemarin saya sampai dan bisa memberikan tiga tausiah, mungkin kita bersyukur. Tapi kemudian kita hanya setengah jam, lalu kembali lagi, jadi kita bersabar. Dua duanya baik.”

“Mana yang lebih baik antara syukur dan sabar? Mana yang ikhlas menerima ketetapan Allah SWT. Ada beberapa yang kita tidak bisa pilih. Lahir menjadi orang Jawa, lahir menjadi orang Sunda itu kita tidak bisa memilih, lahir menjadi laki-laki atau perempuan itu tidak bisa memilih.”

“Tapi untuk berbuat dan membuat kajian, ini kita bisa memilih antara hadir kajian atau tidak hadir, antara buat pengajian atau tidak buat pengajian. Maka, ketika tidak bisa memilih, ini takdir harga mati. Tapi ada saatnya memilih untuk makan atau tidak makan. Antara minum atau tidak minum, antara pergi atau tidak pergi.”

“Kalau alat-alatnya sudah kita persiapkan, rem dan gasnya sudah diperiksa, semua sudah dipersiapkan, maka tawakal jika terjadi musibah, itu sudah ketetapan Allah. Jadi, jangan mengatakan kalaulah begini, kalau dulu begini. Kalaulah tidak pergi, kalaulah dulu konfirmasi dengan KBRI, kalaulah dulu calling visa.”

“Saya sudah usaha, tapi terjadi kekeliruan maka perlu mengintropeksi diri. Jadi jangan sedih berlarut baik saya ustad yang memberikan tausiah maupun saudari-saudari yang hadir. Insya Allah kita jangan tobat untuk berbuat baik. Tobat dari dosa iya, tobat dari maksiat iya. Tapi, kalau gara-gara setelah acara ini saya tobat untuk berbuat baik, maka ini tidak benar.”

“Maka dalam kesempatan singkat ini ada lima hal yang ingin saya sampaikan. Mesti memahami bahwa segala yang terjadi dalam hidup ini ada dalam pengawasan Allas SWT dari mulai lahir sampai merangkak, berjalan sampai remaja menikah, punya anak sampai tua tidak ada yang luput dari pandangan Allah.”

“Maka jangan terlalu cemas menghadapi hidup, tapi jangan juga terlalu berserah kepada Allah. Tetap berusaha disamping itu juga bertawakal kepada Allah, maka hidup bersama Allah indah.”

“Kemudian ahwat sekalian dalam mencari nafkah. Ini perlu diluruskan, Hongkong bukan tujuan akhir, jangan sampai habis masa kerja terus-terusan. Di sana hanya tempat bertanam padi, setelah padi tubuh, lalu kemudian mekar, lalu kita tuap, petik jadi beras, maka kita pulang. Kembalilah ke tanah air.”

“Jangan sampai tidak ada batasnya lalu kemudian dua tahun, jadi tiga tahun tambah jadi enam tahun tambah menjadi sembilan tahun sampai akhirnya mau ke mana, padahal punya keluarga. Maka jangan setelah dapat uang malah seperti anak baru dapat mainan. Jangan sampai tidak tahu ini uang mau dilarikan kemana. Ini modal untuk ternak ayam, ternak lele, buka warung kecil.” (net/*syl)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button