PALEMBANG

Mengerikan! Cerita Korban Selamat Speedboat Awet Muda yang Digulung Ombak

BritaBrita.com,PALEMBANG-Kecelakaan Speedboat atau kapal cepat ‘Awet Muda’ di Sumsel memberikan rasa trauma kepada korban selamat. Salah satunya bagi Rizal Muchtar, 52 warga Primer Dua Karang Agung, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumsel.

Ini merupakan kali keduanya menjadi korban dalam kecelakaan. Namun, baginya apa yang terjadi kali ini sangatlah memilukan. Karena ia harus kehilangan tiga keponakannya karena terbawa arus sungai.

Rizal yang bekerja sebagai pegadang sepatu ini mengaku, sebelum digulung ombak kapal yang ditumpanginya mengalami kerusakan patah as pada mesin. Sehingga dari semula dua mesin yang beroperasi menjadi hanya satu mesin saja.

“Kerusakan terjadi setengah jam setelah speedboat jalan,” katanya, Kamis (4/1/2018).

Speedboat yang ditumpanginya ini berangkat pada pukul 13.30 WIB dari Karang Agung menuju Kota Palembang. Setelah rusak, pengemudi speedboat atau serang memaksa kapal untuk terus berjalan sembari menunggu kapal lain untuk memperbaiki kerusakan tersebut.

“Akhirnya kami berhenti di Lopak, menunggu diperbaikinya mesin,” ujarnya.

Pukul 16.30 kondisi kapal kembali normal. Kapal pun langsung melaju kencang meski arus deras. Hingga akhirnya pada pukul 18.00 kapal dihantam ombak yang mengakibatkan moncong kapal patah dan kapal yang penuh dengan penumpang itupun tenggelam. “Kami seisi kapal panik dan keluar dari kapal dengan meloncat,” terangnya.

Sebahian penumpang meloncat, ada sebagian penumpang terbawa arus kemudian ada jugapenumpang yang tidak sempat melompat sehingga ikut tenggelam. Pasca kapal tenggelam kemudian kapal kembali terapung dan akhirnya penumpang langsung mendekati kapal sebagai pertolongan pertama.

“Kami hanya berpegang di kapal saja karena tidak ada alat pelampung,” ujarnya.

Selama 20 menit akhirnya ada kapal getek melintas dan memberikan pertolongan. Meskipun dirinya selamat. Namun, ketiga ponakannya terseret arus dan sampai sekarang Belum ditemukan.

“Ketika keponakannya itu, Hari, Willi dan Diko,” terangnya.

Menurutnya, salah satu penyebab tenggelamnya kapal karena Serang atau nahkoda kapal mengambil jalur yang terlalu luas. Padahal ada jalur lainnya yang lebih sempit yang biasanya dilewati.

“Biasanya bukan lewat jalur kemarin tapi jalur satu lagi yang agak kecil. Sayan juga bingung kenapa serangnya mengambil jalur tersebut,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Kantor SAR Palembang, Toto Mulyono mengaku, pihaknya telah melakukan pencarian hampir 10 jam di lokasi kejadian. Pencarian dilakukan dengan menurunkan 15 anggota Basarnas dibantu dengan Polair, Polres Banyuasin dan lain sebagainya.

“Total anggota dalam pencarian ini sebanyak 50 orang,” katanya saat ditemui di Pelabuhan Tanjung Lago, Banyuasin usai melakukan pencarian.

Meskipun begitu, pihaknya masih belum menemukan satupun orang yang hilang dalam kecelakaan speedboat ‘Awet Muda’ ini. Menurutnya, belum ditemukannya korban hilang ini dikarenakan beberapa kendala yaitu rentan sungai yang selebar 1,8 kilometer ditambah lagi arus sungai yang deras.

“Kami sudah mencari radius dua kilometer dari lokasi tapi tetap saja tidak ketemu, mungkin korban ini terseret arus sejauh radius lima kilometer,” terangnya.

Dalam pencarian ini, pihaknya sengaja tidak melakukan penyelaman. Lantaran, air sungai yang keruh sehingga jarak pandang hanya 50 centimeter, selain itu warga setempat mengatakan bahwa dilokasi kejadian tempat kecelakaannya kapal ini masih banyak buaya.

“Karena itu, untuk meminimalisir jumlah korban bertambah, kami putuskan untuk tidak melakukan penyelaman,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, pihaknya akan terus melakukan pencarian ini selama tujuh hari kedepan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku. Ia berharap, korban yang hilang ini dapat segera ditemukan.

“Jika ditemukan kurang dari tujuh hari maka kami akan tutup posko pencarian ini,” tegasnya.

Sementara ini, seperti dinukil dalam laman jawapos.com, tambah Toto, pihaknya masih berpedoman bahwa jumlah total korban sebanyak 55 orang, dengan rincian, 42 orang selamat, dua orang meninggal dunia dan 11 orang hilang. “Kami masih berpatokan dengan data ini,” pungkasnya (*)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button