Uncategorized

Rusak Lingkungan, Alat Sedot Penambang Pasir Ilegal Disita

BritaBrita.com, Blitar – Peralatan penambang pasir ilegal disita Polresta Blitar. Ini dilakukan selain aktivitasnya merusak lingkungan, mereka menggunakan diesel untuk menyedot pasir.

Selain menyita peralatan, polisi juga menangkap pelaku penambangan pasir ilegal di sungai aliran lahar Dusun Sadeng Desa Karangbendo, Ponggok Kabupaten Blitar. Tindakan mereka melanggar pasal 158 UU RI No 4 tahun 2009, tentang pertambangan mineral dan batubara.

Kasatreskrim Polresta Blitar, AKP Heri Sugiono menyatakan, penggrebekan aktivitas penambangan liar ini dilakukan berdasarkan laporan warga sekitar.

“Ada laporan dari warga, mereka resah khawatir adanya dampak lingkungan yang bisa timbul dari penambangan pasir liar ini. Kami cek ternyata benar. Dan dari penertiban itu, ada dua tersangka,” jelasnya pada wartawan di Mapolresta, Jumat (19/1/2018).

Tersangka atas nama Nur Goib (40) dan Bambang Kuswanto (39). Keduanya warga desa setempat. “Mereka tidak kami tahan, namun dikenakan sanksi wajib lapor,” katanya.

Barang bukti yang disita di antaranya berupa satu unit dump truk nopol S 9325 UQ, satu unit diesel, satu buah pipa paralon, satu buah selang spiral dan satu sekop. Polisi juga menyita uang tunai sebesar Rp 410 ribu.

“Barang buktinya kami sita di Polres Blitar Kota,” paparnya seperti dinukil dalam laman detik.com.

Aktivitas penambangan pasir liar, marak terjadi di sepanjang sungai aliran lahar Gunung Kelud. Untuk wilayah hukum Polres Blitar Kota, Kecamatan Ponggok menjadi sentranya. Aktivitas ini selain melanggar hukum, juga berbahaya bagi jiwa para penambang. Potensi banjir lahar dingin dan longsor, kerap mengancam jika hujan intensitas tinggi terjadi di wilayah itu.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button