Uncategorized

Pengusaha Ritel Minta PLN Ganti Rugi Karena Listrik Padam Terus

BritaBrita.com,JAKARTA РPT PLN (Persero) mendapatkan sorotoan dari para pengusaha ritel yang ada di Indonesia. Pasalnya, PLN seringkali melakukan pemadaman listrik yang mengakibatkan seluruh kelistrikan di pusat perbelanjaan juga ikut padam.

Ketua Dewan Pembin DPP Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Handaka Santoso mengatakan, dirinya meminta kepada PLN untuk memperbaiki kinerjanya dengan tidak terlalu sering melakukan pemadaman. Karena jika hal tersbeut terus dilakukan maka akan mempengaruhi perekonomian Indonesia.

“Karena akan berpengaruh terhadap ekonomi karena 60% ekonomi itu disupplay dari konumsi salah satunya ritel jadi akan sangat bahaya Kalau terus-terusan begini,” ujarnya.

Jika ingin melakukan pemadaman lanjut Handaka, ada baiknya PLN memberikan pemeberitahuan dulu kepada pihak retail. Tentunya sambil disertai oleh alasan mengapa harus dilakukan pemadaman.

“Saya mengharapkan PLN ini jangan padam padam gitu lah. kalao padam kan harusnya gedung itu aman misalnya lift kan ada zero acciudent tapi orang terjebak dilift harus dipindahkan , lift harus di cek remnya gitu gitunya,” ucapnya.

Selain itu kata Handaka, para pengusaha ritel juga meminta ganti rugi kepada PLN jika masih terus melakukan pemdaman. Karena secara materil, adanya pemadaman berdamapak kepada berkurangnya jumlah omset karena larinya pengunjung.

“Kalau lampu padam itu sebetulnya menyebabkan adanya kerugian di pihak retailer. Karena kenapa? Karena costumer merasa tidak nyaman. Pasti banyak yang saya pulang saja pulang saja,” jelas dia.

“Kalau belanja pas mati kan enggak enak. Jadi para periltail merasa dirugikan dan berharap bisa mednapatkan ganti rugi dari PLN. Kalau hingga saat ini banyak kasus tapi belum pernah ada ganti rugi,” tambahnya.

Apalagi, pemadaman tersebut terjadi di hari-hari weekend seperti sabtu dan minggu. Tentunya kerugian dari peritel semakin besar karena berdasarkan riset, jumlah pengunjung pada weekend dua kali lipat lebih besar dari hari biasa.

“Apalagi ditengah weekend gini, kalau weekdays costumernya enggak sebegitu banyak weekend. Weekend itu costumernya dua kali lipat dari hari biasa, itu hasil survei, itu sangat merugikan,” jelasnya seperti dinukil dalam laman okezone.com.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button