Uncategorized

PNS Ini Mengundurkan Diri Karena Dituduh Makan Gaji Buta

BritaBrita.com,Tegal— Penyuluh Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Dakop dan UKM) Kabupaten Tegal Ahmad Toha Faz memilih mengundurkan diri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS). Hal itu setelah dia sempat dituduh makan gaji buta karena tidak pernah absen.

Surat permohonan pengunduran diri sudah dilayangkan ke Bupati Tegal dengan tembusan Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKD), dan Dinas Dakop UKM, tertanggal 23 Januari 2018.

Toha Faz Mundur dari PNS

“Surat pengunduran diri sudah saya layangkan ke Pak Bupati,” kata Ahmad Toha Faz baru-baru ini.

Dia mengungkapkan, ada dua alasan mantap mengundurkan diri dari PNS. Yakni, ingin mengurus orangtuanya yang sudah lanjut usia dan ada masalah eksternal. Masalah yang dimaksud, dia sempat dituduh makan gaji buta selama berbulan-bulan. Dia dituduh beberapa orang yang mengetahui bahwa dirinya tidak pernah absen di kantornya.

“Sebenarnya, kenapa saya nggak absen (di kantor) karena saya mendapat mandat dari Bu Wabup (Bu Umi) untuk memberikan penyuluhan tentang Matematika Detik ke sejumlah sekolah di Kabupaten Tegal,” kata Ahmad Toha Faz, penulis buku Titik Ba.

Mandat itu diperolehnya saat Pemkab Tegal menggelar Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan (Musrenbang) di Taman Rakyat Slawi Ayu (Trasa) pada awal 2017 silam. Kala itu, Wakil Bupati Tegal Umi Azizah mengharapkan agar dirinya membagikan ilmunya tentang Matematika Detik kepada seluruh pelajar di Kabupaten Tegal.

Mendapat perintah secara lisan itu, Ahmad langsung melaksanakannya. Diawali dari Warureja, Suradadi, hingga ke Margasari dia selalu menyosialisasikan matematika detik. “Sejak itulah, saya memang jarang absen. Kalau diakumulasi, banyak sekali ketidakhadiran saya di fingerprint,” kata dia mengakui.

Setelah diketahui jarang absen, Ahmad Toha mendapat hukuman disiplin PNS dari BKD. Hukuman itu berupa penurunan pangkat dari golongan 3b menjadi 3a. Bahkan, dia juga ditangguhkan kenaikan pangkatnya selama tiga tahun. “Jadi, golongan saya dikembalikan lagi seperti baru masuk CPNS,” ucapnya.

Selain diturunkan golongannya, dia juga mengaku kerap mendapat cibiran dari beberapa orang melalui media sosial (medsos). Cibiran dan tuduhan itulah, yang akhirnya dia menyatakan sikap untuk mundur dari PNS. “Saya bahkan pernah divonis sebagai maling. Daripada banyak yang menuduh saya begitu, lebih baik saya mundur (dari PNS),” pungkasnya.

Terpisah, Kepala BKD Kabupaten Tegal Edi Budiyanto, melalui Kabid Pengembangan Karir dan Penilaian Kompetensi ASN Mujahidin mengaku belum menerima surat pengunduran diri tersebut. Dia hanya berujar, Ahmad Toha Faz memang mendapat hukuman disiplin.

“Yang saya tahu, Ahmad Toha belum mengajukan surat permohonan diri, dia hanya mendapat hukuman disiplin PNS,” ucapnya seperti dinukil dalam laman jawapos.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button