Uncategorized

Biar Sudah Daftar Pilkada,Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko Ditangkap KPK

BritaBrita.com,JAKARTA – Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah membenarkan, pihaknya telah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Jombang, Jawa Timur, Nyono Suharli Wihandoko.

“Lokasi OTT di daerah, tidak di jakarta. kemudian dibawa ke Jakarta melalui perjalanan udara,” kata Febri Diansyah, Sabtu (3/2/2018).

Febri menjelaskan, dari OTT itu, tim KPK mendapatkan sejumlah barang bukti yang berhasil dikumpulkan.

“Tentu ada bukti-bukti yang kita bawa, bukti yang ada di lokasi atau bukti-bukti yang lain. Saya kira besok kita akan jelaskan, karena kita akan periksa dulu secara intensif,” ungkap Febri.

Diduga, kepala daerah di Jombang tersebut menerima sejumlah uang yang bertentangan dengan jabatan atau wewenangnya. ‎Tim satgas pun telah membawa sejumlah pihak yang tertangkap tangan tersebut ke markas antirasuah.

Sudah Daftar Pilkada 

Bupati Jombang, Nyono Suharli Wihandoko sendiri telah mendaftarkan diri sebagai calon bupati Jombang dalam Pilkada 2018 berpasangan dengan Subaidi Muchtar.

Pasangan Nyono-Subaidi diusung oleh 5 partai. Nyono sempat mengaku syarat pencalonan dirinya dan Subaidi telah dinyatakan lengkap oleh KPU Kabupaten Jombang.

“Kami diusung koalisi partai Golkar dengan 7 kursi, PKB 8 kursi, PKS 5 kursi, NasDem 4 kursi, PAN 3 kursi, jumlahnya 27 kursi,” kata Nyono yang juga merupakan Ketua DPD Golkar Jawa Timur di kantor KPU Jombang, Jalan Romli Thamim, Rabu (10/1) lalu.

Pada Pilbup 2018 ini Nyono memilih berpisah dengan wakilnya, Mundjidah Wahab. Pasangan Nyono, Subaidi adalah anggota Dewan Syuro DPC PKB Jombang sekaligus anggota DPRD Jombang periode 2014-2019.

Komisioner Divisi Teknis KPU Jombang M Dja’far juga menyatakan syarat calon dan syarat pencalonan yang diajukan pasangan Nyono-Subaidi sudah lengkap dan akan diteliti kebenarannya. Nyono pun berjanji bakal mengajukan cuti setelah ditetapkan sebagai calon oleh KPU Jombang.

Saat ini, Nyono sedang diperiksa oleh penyidik KPK. Ia tiba di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan pada Sabtu (3/2/2018) sekitar pukul 21.15 WIB.

KPK menduga Nyono menerima sejumlah uang terkait jabatannya sebagai Bupati Jombang. Status hukum Nyono akan ditentukan KPK pada Minggu (4/2/2018) besok.

Sementara itu, partai Golkar menunggu penjelasan resmi dari KPK soal OTT terhadap Nyono. Jika terbukti, Golkar akan memberi sanksi terhadap Nyono sebagai kader Golkar.

“Jika terbukti benar OTT itu, Partai Golkar akan memberikan sanksi tegas,” ujar Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily seperti dinukil dalam laman detik.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button