Uncategorized

GMF Gandeng Sekolah Tinggi Cetak 1.700 Tenaga Kerja

BritaBrita.com,Singapura— PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk atau GMF menggandeng enam lembaga pendidikan dalam negeri untuk mencetak 1.700 tenaga kerja di bidang pemeliharaan pesawat (Maintenance, Repair, and Overhaul/MRO).

Direktur Utama GMF Iwan Joeniarto mengatakan, hal ini dilakukan guna memenuhi kebutuhan sumber daya manusia (SDM) perusahaan dalam beberapa tahun mendatang.

“Kerja sama ini dilangsungkan dalam lima tahun, beberapanya sudah berjalan sejak dua tahun terakhir. Ini juga untuk mendukung ekspansi,” ujar Iwan di sela Singapore Airshow 2018, Kamis (8/2/2018).

“Jadi setelah lulus, mereka akan diserap GMF, tapi tetap untuk memastikan kualitas, ada tes lagi. Bila tidak lulus ke GMF, mungkin bisa ke perusahaan lain di bidang ini,” kata Ken.

Selain itu, perusahaan juga ingin menyediakan pasokan tenaga kerja yang bisa memenuhi kebutuhan pasar MRO internasional. Sebab, Iwan ingin, tenaga kerja dari Indonesia tak hanya bisa memasuki bursa kerja dalam negeri, namun juga luar negeri.

“Karena Indonesia yang sangat menarik adalah bonus demografinya yang sangat besar, sehingga bukan hanya ekspor tenaga yang minim keterampilan, tapi juga SDM yang punya skilll seperti ini,” katanya.

Skema kerja sama antara GMF dengan enam lembaga pendidikan itu berlangsung dengan cara GMF memberikan tempat magang dan pelatihan lapangan kepada para siswa lembaga pendidikan tersebut.

“Diharapkan setelah lulus, siswanya siap pakai, memiliki basic license dan bisa langsung bekerja,” imbuhnya.

Sementara lembaga pendidikan yang bekerja sama diantaranya, Sekolah Tinggi Teknologi Adisucipto, Politeknik Negeri Medan, Universitas Suryadarma, Politeknik Negeri Malang, Politeknik Negeri Sriwijaya, dan Politeknik Negeri Batam.

Ketua Sekolah Tinggi Teknologi Adisucipto T. Ken Darmastono mengatakan, kerja sama antara lembaganya dengan GMF berlangsung dalam waktu lima tahun, di mana setiap tahunnya ada 24 siswa, sehingga dalam lima tahun tercetak 120 siswa.


Selain dengan GMF, Ken bilang, lembaga pendidikannya memasuk sebagian besar lulusan untuk Tentara Nasional Indoensia Angkatan Udara (TNI AU) dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Seperti dinukil dalam laman cnnindonesia.com, Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Politeknik Negeri Sriwijaya, Zakaria mengatakan, kerja sama dengan GMF ditargetkan bisa mencetak sekitar 48 siswa per tahun. Artinya, dalam lima tahun bisa mencetak 240 siswa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button