PALEMBANG

Sepakat Tolak Kampanye Hitam, Herman Deru Makan Seblak Bareng Influencer

PALEMBANG — Calon Gubernur Sumsel H Herman Deru SH MM makan seblak bareng komunitas Influencer di Seblak Nampol, Jl Inspektur Marzuki, Lr Bakti dekat SDN 26 Pakjo-Palembang, Senin (19/2) petang.

Mengenakan kaos oblong biru tua lengan panjang digulung bertuliskan First Ordee Force di dada kiri dipadu celana panjang jeans hitam, Herman Deru yang ditemani putrinya Percha Lean Puri dan tim kampanyenya tampak santai.

Mantan Bupati OKU Timur ini menginisiasi agar membentuk asosiasi buzzer sehingga bisa bermanfaat bagi pembangunan dan juga peluang bisnis.

“Cakmano kito bikin asosiasi. Bilo perlu divisi dengan hukumnya. Makjolas ini sebetulnyo peluang bisnis. Tapi kita harus ado wadahnyo dulu. Sekarang kito bikin asosiasi. Kageknyo biso nawarkan iklan. Konsultan, survei, wartawan ado asosiasi. Kalian kan belum ado. Cubo kito ngangkat meja ini kalo dewekan berat. Tapi kalo berlimo akan ringan. Harus ado asosiasi. Kito ke notaris aku rewangi,” ucap Herman Deru

Menurut Cagub Paslon nomor urut 1 ini, dibentuknya asosiasi influencer atau buzzer ini diharapkan nantinya supaya memudahkan untuk bisa masuk ke institusi resmi.

“Pemda misal besok akan bikin operasi semut. Ado perintahnyo kalo diunggah jam berapo. Kita harus jelas segmennyo. Jangan ragu-ragu. Dak jalan bisnis kalau berapo baelah. Harus jelas tarifnya. Aku memang tak semuda kalian. Tapi aku dak ketinggalan berpikir. Peran IT semakin maksimal. Pertemuan ini cikal bakal keberhasilan adik-adik sekalian untuk ikut juga ayo samo samo menghadang kampanye hitam,” seru Herman Deruyang nantinya berpasangan dengan Ir H Mawardi Yahya.

Pemandu acara Tim Kampanye Paslon Herman Deru-Mawardi Yahya, Repi Ahmad bersama anggota DPRD Kota Palembang Hidayat Comsu mengatakan selain diikuti 10 influencer, diskusi ini juga dihadiri pengunjung Seblak Nompol dan simpatisan.

“Ini biso menjadi sebuah hobi yang bisa dijadikan sebuah usaha. Strateginya bikin asosiasi. Kami membutuhkan peran kalian. Beliau bisa melaksanakan programnya kalau mendapat dukungan. Kalian memposting saja sudah sangat membantu,” kata Repi Ahmad.

Seperti diketahui, Influencer merupakan orang-orang yang punya followers atau audience yang cukup banyak di social media dan mereka punya pengaruh yang kuat terhadap followers mereka, seperti artis, selebgram, blogger, youtuber, dan lain sebagainya.

Edo aktivis media sosial.yang menjadi koordinator influencer mengatakan ada pemilik.

“Yang kita ajak ada 10 pemilik akun. Mungkin karena hujan jadi yang hadir 8 akun yang minimal followernya 20 ribu, hingga 120-an ribu. Kita tatap muka dengan salah satu tokoh Sumsel yang membahas online. Kawan-kawan kalau bisa dirangkul. Aku sendiri sudah dirangkul Disbudpar Sumsel. Sebagai influencer atau buzzer, kami juga sepakat menolak black campaign. Walaupun ado duitnyo kita dak mau ngsharenyo kalau itu kampanye hitam.

Selamo ini belum ado asosiasi. Kita sepakat dibikinkan asosiasi. Memang terkendala selama ini dana anggaran tidak keluar kalau tidak berbadan hukum. Jadi selama inibpengiklan dari swasta. Paling Pertamina minta NPWP masih bisa,” kata Edo yang juga pengusaha sablon marchandise seperti dinukil dalam laman tribunnews.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button