NASIONAL

KPK Tetapkan 38 anggota DPRD Sumut Jadi Tersangka

BritaBrita.com,MEDAN – Ketua DPRD Sumatera Utara, Wagirin Arman, meminta kepada seluruh warga Sumut untuk menahan diri dan mengedepankan asas praduga tak bersalah terhadap penetapan status tersangka kepada 38 anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 dan 2014-2019 oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

Ke 38 anggota DPRD Sumut itu ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap interpelasi dan pengesahan APBD Sumut oleh Mantan Gubernur Sumut, Gatot Pudjo Nugroho. Menurut Wagirin, meski telah ditetapkan sebagai tersangka, ke 38 anggota DPRD itu belum bisa disebut bersalah sampai mendapatkan kekuatan hukum tetap oleh Pengadilan.

“Saya hanya ingin berpikir bertindak dan berkeyakinan, istilahnya praduga tak bersalah. Tersangka itu kan belum tentu bersalah,” katanya Sabtu (31/3/2018).

Wagirin mengaku, meski telah mendapatkan informasi perihal surat pemberitahuan penetapan tersangka yang ditujukan kepadanya, namun ia mengaku belum melihat langsung fisik surat tersebut.

“Saya masih libur, jadi belum lihat surat itu. Nanti Senin lah kita lihat. Tapi saya percaya surat itu ada. Enggak mungkin lah orang KPK main-main,” tukasnya.

Sementara terkait langkah yang akan diambil DPRD Sumut menyikapi penetapan tersangka itu, Wagirin mengaku mereka sifatnya menunggu langkah hukum dari KPK. Mereka pun akan mengantisipasi tertanggungnya pekerjaan dewan akibat status tersangka itu.

“Kita percayakan lah pada KPK. Yang penting bagaimana agenda dan kerja-kerja dewan tidak terganggu,”tukasnya seperti dinukil dalam laman okezone.com.

Penetapan status tersangka terhadap 38 orang anggota DPRD Sumut itu, diketahui dari surat pemberitahuan bernomor B/227/DIK.00/23/03/2018 yang ditujukan Komisi Pemberantasan Korupsi kepada Ketua DPRD Sumatera Utara, Wagirin Arman tertanggal 29 Maret 2018, yang ditandatangani Direktur Penyidikan KPK, Aris Budiman. Surat pemberitahuan itu tersebut sudah beredar luas di kalangan wartawan di Medan, Jumat 30 Maret 2018 kemarin.

Ke 38 anggota DPRD Sumut itu yakni Rijal Sirait, Rinawati Sianturi, Rooslynda Marpaung, Fadly Nurzal, Abu Bokar Tambak, Enda Mora Lubis, M. Yusuf Siregar, Muhammad Faisal, Abul Hasan Maturidi, Biller Pasaribu, Richard Eddy Marsaut Lingga, Syafrida Fitrie, Rahmianna Delima Pulungan, Arifin Nainggolan, Mustofawiyah, Sopar Siburian, Analisman Zalukhu, Tonnies Sianturi, Tohonan Silalahi, Murni Elieser dan Dermawan Sembiring.

Lalu Arlene Manurung, Syahrial Harahap, Restu Kurniawan, Washington Pane, John Hugo Silalahi, Ferry Suando, Tunggul Siagian, Fahru Rozi, Taufan Agung Ginting, Tiaisah Ritonga, Helmiati, Muslim Simbolon, Sonny Firdaus, Pasiruddin Daulay, Elezaro Duha, Musdalifah dan Tahan Manahan Panggabean.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button