Uncategorized

Di Amerika, Ribuan Guru Unjuk Rasa Tuntut Kenaikan Gaji dan Dana Pendidikan

BritaBrita.com,OKLAHOMA– Ribuan guru di Amerika Serikat turun ke jalan untuk melakukan unjuk rasa di negara bagian Kentucky dan Oklahoma baru-baru ini.

Dilansir dariĀ AFP, mereka menuntut kenaikan gaji dan pendanaan bagi sekolah. Para guru telah dihadapkan pada dominasi Partai Republik di negara bagian, di mana dana pendidikan dipotong dalam beberapa tahun terakhir.

Mereka juga terinspirasi oleh aksi unjuk rasa selama 9 hari pada bulan lalu di Virginia Barat. Guru di sana akhirnya memperoleh kenaikan gaji pertama mereka dalam empat tahun terakhir.

Para guru di Arizona juga mengadakan protes serupa pada akhir Maret lalu.

Sementara, panitia di Oklahoma City memperkirakan jumlah guru yang ikut dalam unjuk rasa kemarin mencapai 30.000 orang.

Gambar-gambar yang diambil oleh televisi memperlihatkan kerumunan besar dengan banyak orang mengenakan baju berwarna merah, berkumpul di luar gedung DPR negara bagian.

“Ini tentang mendanai pendidikan publik dan benar-benar memulihkan dukungan yang dibutuhkan semua anak untuk belajar,” kata kepala sekolah negara bagian Oklahoma, Joy Hofmeister.

Akibat aksi unjuk rasa, beberapa kelas terpaksa dikosongkan dan sekolah juga ditutup. Beberapa distrik juga harus menghadapi penutupan kelas yang lama karena para guru akan melanjutkan demonstrasi sampai tuntutan mereka terpenuhi.

Sekolah Negeri Oklahoma City mengumumkan penutupan sekolah hingga Selasa (3/4/2018).

Oklahoma menjadi salah satu dari 12 negara bagian yang memangkas belanja pendidikan setelah resesi 2009, dan gagal memulihkannya ketika perekonomian telah membaik.

Di ibu kota negara bagian Kentucky, Frankfort, ribuan guru juga melakukan aksi demonstrasi. Seluruh 120 sekolah negeri di masing-masing distrik juga tutup, meskipun sebagian besar murid libur karena memasuki liburan musim semi.

Dalam rancangan fiskal negara bagian Kentucky, dana pendidikan akan dipotong per siswa di sekolah negeri.

Presiden Asosisasi Pendidikan Nasional (NEA) Lily Garcia mengarakan, para guru tidak memiliki kepercayaan kepada legislator negara bagian untuk bertindak tanpa tekanan publik.

“Ini (unjuk rasa) merupakan hasil dari satu dekade sekolah negeri yang kekurangan dana,” katanya seperti dinukil dalam laman kompas.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button