NASIONAL

Ini Klarifikasi BPPT Soal Kajian Potensi Tsunami Pandeglang

BritaBrita.com, JAKARTA — Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) kembali mengklarifikasi bahwa paparan potensi tsunami di Jawa bagian barat adalah hasil kajian awal. Sumber-sumber tsunami adalah dari gempa bumi megathrust yang peta-petanya telah diterbitkan dalam buku Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia Tahun 2017yang disusun oleh Pusat Studi Gempa Nasional Puslitbang Perumahan & Pemukiman Balitbang Kementerian PUPR.

Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa, Wahyu W. Pandoe menjelaskan, dalam peta tersebut disebutkan dan digambarkan tiga potensi gempa bumi megathrust di lokasi yang terdekat dengan wilayah kajian yang terdiri atas Enggano (M8.4), Selat Sunda (M8.7), dan West-Central Java (M8.7).

“Tiga potensi gempa bumi ini jika terjadi akan menyebabkan tsunami yang berdampak besar di wilayah Sumatra bagian selatan, Selat Sunda, dan Jawa bagian barat,” ungkap Wahyu di gedung BPPT, Thamrin Jakarta, Jumat (6/4).

Dia menegaskan, potensi tsunami di Jawa bagian barat adalah hasil kajian akademis awal dari simulasi model komputer yang menggunakan sumber tsunami dari gempa bumi dengan berbagai variasi skenario. Potensi skenario terburuk adalah jika tiga gempabumi megathrustterjadi secara bersamaan dengan skala M9 dan menimbulkan tsunami.

“Meskipun ini adalah hasil kajian awal, tetapi telah mengindikasikan adanya potensi tsunami yang besar di sepanjang Pantai Jawa bagian barat,” kata dia.

Karena itu, dia mengimbau masyarakat tetap tenang dan tetap beraktivitas seperti biasa. Namun, tetap meningkatkan kewaspadaan serta tetap mengacu kepada informasi dari BMKG dan/atau BNPB sebagai lembaga resmi yang mendapat mandat resmi pemerintah untuk memberikan peringatan gempa bumi dan tsunami kepada masyarakat.

“Masyarakat tidak perlu khawatir dengan pemberitaan ini. Permohonan maaf BPPT kepada masyarakat Indonesia yang terdampak sekiranya hasil studi awal potensi tsunami di Jawa bagian barat, yang seharusnya hanya untuk konsumsi akademis ini, telah membuat keresahan masyarakat,” ungkap dia seperti dinukil dalam laman Republika.co.id.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button