NASIONAL

Satu Tahun Kasus Novel, Polri Tegaskan Tetap Berupaya

BritaBrita.com,JAKARTA — Puluhan massa kembali menggelar aksi terkait kasus Novel Baswedan yang hingga hari ini masih belum tuntas. Mereka meminta agar kasus pemerintah segera membentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF) untuk memecahkan kasus yang menimpa penyidik komisi pemberantasan korupsi (KPK) tersebut.

Menariknya, aksi yang digelar hari ini, Rabu (11/4), bertepatan dengan 365 hari atau satu tahun kejadian yang menimpa Novel Baswedan. Dengan waktu yang terbilang lama, massa yang berkumpul berharap agar pemerintah lebih serius menyelesaikan kasus tersebut.

Pada awal aksi, massa yang hadir diajak untuk menerikan yel-yel ‘Berantas Korupsi, Ungkap Kasus Novel. Ungkap kasus Novel, Bentuk TGPF. Mata Novel, Mata Keadilan’. Massa yang sudah berkumpul di seberang istana negara, tepatnya di Taman Aspirasi.

Melanie Subono yang ikut meramaikan aksi ini kemudian membuka kegiatan ini bernyanyi dengan lagu-lagu berbait keadilan sosial. “Kita akan terus berjuang (untuk Novel),” ujar Melanie disela-sela nyanyiannya.

Dalam aksi ini sejumlah peserta pun memakai topeng yang berlukiskan Novel Baswedan. Selain itu ada tulisan-tulisan yang bertuliskan ‘Jokowi jangan tunggu polisi nyerah’, ‘Segera Bentuk TGPF’, ‘Jokowi, Novel butuh keadilan’, ‘365 Novel Baswedan’.

Enam bulan pertama pascapenyerangan terhadap Novel terjadi, Tim Advokasi Novel Baswedan telah merilis sejumlah temuan kejanggalan. Sayangnya, temuan itu tidak ditindaklanjuti secara serius oleh pihak Kepolisian.

Polri mengaku terus melakukan upaya untuk mengungkap siapa pelaku yang melakukan hal keji itu, tapi tak juga tertangkap. Polisi juga tidak pernah memaparkan sudah sampai dimana perkembangan penyelidikan, dan hanya mengatakan sudah lakukan semua cara. Lantas mengapa pelaku tak tertangkap juga, dan mengapa polisi enggan membentuk TGPF?

Kepala Biro Penerangan Umum Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Polisi Mohammad Iqbal menjelaskan jajaran kepolisian Polda Metro Jaya sudah melangkah maju untuk mengungkap kasus tersebut. Menurutnya, perkembangan yang sudah dilakukan sudah lebih dari 100 persen.

“Polda Metro Jaya dari langkah awal kalau ada titik 0 kita sudah melangkah hampir titik 100 lebih, untuk mengungkap penyerangan terhadap saudara NB (Novel Baswedan),” kata Iqbal kepada wartawan di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Rabu (11/4).

Ia menjelaskan, sampai saat ini pihak kepolisian sudah memeriksa lebih dari 80 saksi untuk dapat mengungkap kasus yang menimpa Novel Baswedan. “Beberapa petunjuk sudah kita dapati, keterangan-keterangan yang cukup signifikan sudah juga kita dapat. Tim bergerak maju ke depan progress gitu kansketsa wajah sudah kita sebar,” ujar mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya itu.

Selain itu, Iqbal melanjutkan, pihaknya juga sudah menyebar nomor hotlineuntuk masyarakat jika mengetahui keberadaan pelaku penyiraman air keras. Tidak lupa pihak kepolisian juga sudah berkoordinasi dengan pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memberi bantuan, jika sudah mengetahui pelaku tersebut.

“Berbagai informasi-informasi dari masyarakat sudah ada, kita sudah jemput bola untuk informasi-informasi itu, ada yang ada korelasinya tapi juga ada yang tidak ada korelasinya,” jelas dia seperti dinukil dalam laman Republika.co.id.

Untuk diketahui, Novel Baswedan disiram air keras berjenis Asam Sulfat atau H2SO4 oleh orang tidak dikenal, seusai menunaikan shalat subuh di masjid pada 11 April 2017 lalu. Karena penyerangan tersebut, kondisi mata Novel rusak dan harus di operasi di rumah sakit di Singapura.

Pria yang menangani kasus mega korupsi proyek KTP-el itu pun kini telah kembali dari perawatan intensifnya di Singapura, sebagai upaya menyembuhkan penglihatannya imbas dari penyerangan itu. Pada 23 Maret 2018, Novel menjalani operasi tahap dua terhadap mata kirinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button