PALEMBANG

Peduli Pendidikan Indonesia, DD Sumsel Beri Bekal 20 Calon Anggota AK SLI

BritaBrita.com,PALEMBANG-Dengan mengusung semangat pendidikan Indonesia lebih baik, Dompet Dhuafa (DD) Sumsel mengadakan Stadium Generale untuk calon anggota Asosiasi Konsultan Sekolah Literasi Indonesia (AK SLI) Wilayah Sumatera Selatan dengan tema Kepemimpinan dan Budaya Literasi,Jumat (11/5/2018) di Hotel Grand Malaka Ethical Palembang.

Agenda yang dilaksanakan selama 4 hari, terhitung dari tanggal 11-14 Mei 2018 ini sekaligus merupakan pembekalan bagi calon anggota AK SLI Wilayah Sumatera Selatan sebelum mereka benar-benar resmi dan turun langsung ke sekolah-sekolah sebagai AK SLI Wilayah Sumatera Selatan.

“Agenda hari ini adalah salah satu bukti dari kinerja program pendidikan yang ada di DD Sumsel. Program pendidikan di DD Sumsel sendiri mengutamakan pendidikan yang berkualitas dan perberdayaan pada penerima manfaat,” jelas Pimpinan Cabang DD Sumsel, Kusworo Nursidik, Lc dalam sambutannya.

Agenda ini diikuti oleh 20 orang penggiat pendidikan yang sebelumnya sudah lolos dari seleksi yang dilakukan di wilayah Sumatera Selatan. Kedepannya setiap orang dari anggota AK SLI ini akan menjadi konsultan di salah satu sekolah yang di tugaskan pada mereka dengan waktu minimal pendampingan selama satu tahun.

“AK SLI ini banyak sekali peminatnya, dari Aceh sampai Papua kami focus pada hal ini. Tapi tentu kami mencari yang berkualitas dan berkomitmen pada dunia Pendidikan ini. Semoga dalam waktu pembekalan 4 hari ini, bisa setidaknya mengcover pengetahuan bapak ibu mengenai program kami ini dan menjadikan bapak ibu yang tangguh dan kompeten,” Jelas GM Makmal Pendidikan, Abdul Khalim saat membuka agenda tersebut.

Agenda ini sendiri ikut menghadirkan Arief R. Haryono selaku GM Pendidikan Dompet Dhuafa, GM Makmal Pendidikan Abdul Khalim, dan Shirli Gumilang, yang merupakan Master Konsultan Sekolah Literasi Indonesia sebagai pemateri pembekalan kali ini.

Sekolah Literasi Indonesia sendiri merupakan program optimalisasi sekolah untuk mewujudkan model sekolah berbasis masyarakat yang berkonsentrasi pada peningkatan kualitas sistem instruksional (pembelajaran) dan pengembangan kultur sekolah.

Program ini bertujuan untuk mengembangkan kemandirian sekolah pada enam jenis keunggulan, yakni: Kecakapan Literasi, Efektivitas Pembelajaran, Kepemimpinan Instruksional, Lingkungan Belajar yang Kondusif, Pembiasaan Karakter, dan Efektivitas manajerial.

Program ini dibuat sebagai jawaban atas rendahnya kualitas sekolah yang ada di Indonesia, baik dari sisi pengelolaan sekolah, pembelajaran, maupun outputnya. Penerima manfaat dari program ini adalah sekolah-sekolah masyarakat marginal. Berdasarkan daerah penerima manfaat, maka sasaran #SekolahLiterasiIndonesia dibagi menjadi empat wilayah pengembangan, yakni sekolah desa, sekolah kota, sekolah urban (perkotaan), dan sekolah beranda (perbatasan, terpencil, dan pulau terluar).

Reporter : Wilga Emilson

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button