Uncategorized

Sampul Majalah yang Membuat Kontroversi di Arab Saudi

BritaBrita.com-Seorang perempuan berparas Timur Tengah tampak tajam menatap ke arah kamera. Busana panjang dengan dominasi warna putih serta kerudung berwarna senada yang menutupi sebagian rambut terlihat kontras dengan latar padang pasir yang gersang.

Berada di atas mobil merah konvertibel tanpa penutup, dia meletakkan tangan kanannya pada bagian setir kendaraan. Judul besar pada sampul itu bertutur singkat tentang makna di balik foto tersebut: Driving Force HRH Princess Hayfa binti Abdullah al-Saud.

Majalah Vogue Arabia punya cara sendiri untuk merayakan kegembiraan para perempuan Saudi. Pada edisi Juni tersebut, Vogue edisi Arab menyuguhkan liputan ‘perayaan para wanita Arab Saudi’ yang sebenarnya dimaksudkan untuk menandai berakhirnya larangan mengemudi bagi perempuan di negara tersebut. Majalah itu secara khusus menampilkan Putri Hayfa binti Abdullah al-Saud, putri almarhum Raja Saudi.

photo

Wanita Arab Saudi mengemudikan mobil.

Dalam beberapa tahun terakhir, Putra Mahkota Mohammed bin Salman telah memperkenalkan reformasi untuk meringankan pembatasan dan meningkatkan jumlah perempuan dalam angkatan kerja. Salah satunya adalah keputusan kerajaan yang dikeluarkan pada September lalu untuk memungkinkan perempuan mengemudi.

Hal ini tentu saja disambut gembira oleh para perempuan negeri ini termasuk pula Putri Hayfa. “Di negara kami, ada beberapa konservatif yang takut perubahan. Bagi banyak orang, ini semua sudah mereka ketahui. Secara pribadi, saya mendukung perubahan ini dengan sangat antusias,” kata Putri Hayfa dalam wawancara dengan Vogue Arabia.

Akan tetapi, ada beberapa pihak yang masih tidak yakin pada janji-janji progresif sang putra mahkota. “Putra mahkota, yang telah menjadikan dirinya sebagai pembaharu dengan sekutu dan investor Barat, harus berterima kasih kepada para aktivis atas kontribusi mereka pada gerakan hak perempuan Saudi,” kata Direktur Human Rights Watch (HRW) Timur Tengah, Sarah Leah Whitson, dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip CNN.

photo

Wanita Arab Saudi mengenakan cadar menonton laga sepak bola di dalam stadion.

“Sebaliknya, pihak berwenang Saudi justru menghukum para pejuang hak-hak perempuan ini karena telah mempromosikan tujuan yang dilakukan putra mahkota untuk mengakhiri diskriminasi terhadap perempuan,” papar dia.

Tidak peka
Lebih lanjut, sejumlah pihak menyebut, tema yang diangkat Vogue Arabia tidak peka terhadap kondisi saat ini. Apalagi, sebanyak 11 aktivis telah ditangkap sejak 15 Mei lalu, yang sebagian besar adalah perempuan yang telah berjuang untuk mendapatkan hak mengemudi.

Seperti dilansir CNN, menurut seorang juru bicara keamanan negara, para perempuan yang ditangkap itu dituduh ingin mengacaukan kerajaan, melanggar struktur sosial, dan merusak konsistensi nasional. Banyak dari mereka yang ditahan tanpa tuntutan. Media pemerintah bahkan menyebut para aktivis itu sebagai pengkhianat.

Meskipun beberapa aktivis telah dibebaskan, yang lain masih tetap dalam tahanan. Tiga di antaranya adalah aktivis terkemuka, yaitu Loujain al-Hathloul, yang sebelumnya pernah ditahan selama 73 hari pada 2014 setelah mencoba mengemudi dari Uni Emirat Arab (UEA) ke Arab Saudi; Aziza al-Yousef yang merupakan salah satu aktivis pertama yang menuntut hak perempuan untuk mengemudi, dan Eman al-Nafjan, seorang blogger terkenal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button