PALEMBANG

Buat KTP Langsung Jadi, Warga Antusias

Gerakan Indonesia Sadar Adminduk (GISA) yang bisa membuat Kartu Tanda Penduduk (KTP) langsung jadi.

Pantauan di lapangan, Kamis (12/7) setidaknya terdapat puluhan warga tengah mengantri untuk melakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Rudi, Warga Kelurahan Bukit Baru, Kecamatan Ilir Barat (IB) I mengatakan jika program ini sangat membantu dirinya dalam mengurus KTP, yang sudah sejak lama belum juga selesai.

” Saya sudah pernah melakukan perekaman KTP sejak enam bulan lalu, namun sampai sekarang belum selesai juga,” ujar Rudi

Senada dengan itu, Okta Vianti, warga Kecamatan Kemuning juga mengeluhkan hal serupa. Menurut Okta, Ia pernah menemani kakak nya mengurus pembuatan KTP. Namun, dirinya justru bolak- balik hingga 4 kali ke kecamatan, dan Dinas catatan sipil. Perkaranya,  sesuai keterangan petugas, keterlambatan pencetakan KTP dikarenakan habisnya blanko dan lain sebagainya.

” Saya baru kali pertama ini melakukan perekaman KTP, kemarin sih sempat kecewa, soalnya waktu saya menemani kakak saya susahnya minta ampun. Pernah sih terlintas untuk tidak mau mengurus, ya karena pengalaman itu. Tapi Alhamdulillah berkat GISA ini, saya dengan mudah memiliki KTP,” ucap Okta yang baru genap 18 tahun ini.

Menyikapi hal itu, Dirjen Kependudukan Catatan Sipil Kemendagri , Zidan Arif Fakrulloh yang turut hadir dalam program GISA di Palembang mengatakan bahwa, identitas kependudukan adalah hal penting yang harus dimiliki setiap warga negara Republik Indonesia (RI), dimulai dari akte kelahiran bagi yang anak baru lahir, hingga yang meninggal dunia, harus memiliki akte kematian.

“Anak yang sudah masuk umur tujuh belas tahun harus dibuatkan KTP, dan dari semua inilah kita bungkus dalam GISA. Tujuan dari gerakan tersebut adalah Pemerintah menginginkan dan mendorong agar semua masyarakat memiliki dokumen kependudukan yang lengkap,” ujarnya

Lebih lanjut Ia mengatakan, jika masyarakat telah memiliki semua dokumen kependudukan yang lengkap, tidak akan ada lagi Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang ganda, sehingga masyarakat hanya memiliki dokumen kependudukan yang terdata di Dukcapil satu NIK.

Dia mengungkapkan jika pihaknya telah bekerja sama denga berbagai lembaga yang ada di Indonesia dan terintegrasi untuk menggunakan data Dukcapil. Oleh sebab itu , pihaknya akan terus mendorong program tersebut, sehingga di dalam semua layanan yang memerlukan dokumen indentitas, hanya menyebutkan NIK nya saja.

“Ini termasuk langkah positif untuk penanganan terorisme, agar pihak berwajib dapat menemukan tersangka dengan cepat hanya menggunakan NIK nya saja,” tandasnya.

Reporter : Jemmy Saputera

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button