NASIONALPALEMBANGSUMSEL

Mudik Lebaran Dilarang, Palembang Siap Tutup Pintu Masuk

BritaBrita.com,Palembang-Bersamaan dengan larangan mudik lebaran Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang memantapkan diri untuk menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang tinggal menunggu persetujuan Menteri Kesehatan (Menkes).

Untuk itu digelar persiapan PSBB bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Fokompimda), Selasa (21/4/2020).

Rapat dihadiri Wali Kota Palembang Harnojoyo, Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda, Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Anom Setyadji, Dandim 0418 Palembang Kolonel Arm Widodo Noercahyo dan Ketua DPRD Palembang Zainal Abidin. Rapat menyepakati hasil perumusan PSBB menyesuaikan dari aturan pemerintah pusat.

Sejumlah poin penerapan yang wajib ditaati warga Palembang jika PSBB ini diterapkan, yakni, wajib menggunakan masker, razia masker di setiap wilayah Palembang, dilarang berkumpul lebih dari lima orang, dilarang mudik, menjaga jarak, menutup akses masuk Palembang, penerapan sanksi bagi yang melanggar, apabila dinilai mencurigakan akan diberi kriteria Orang Tanpa Gejala (OTG) dan dikirim ke Jakabaring pusat isolasi Covid-19 Sumatera Selatan (Sumsel).

Wali Kota Palembang Harnojoyo mengatakan, pihaknya tengah melakukan persiapan PSBB dan setidaknya satu hari kedepan akan dilakukan sosialisasi sebelum diberlakukan.

“Apabila penerapan itu tidak diindahkan akan diterapkan sanksi kepada masyarakat,” katanya.

Harnojoyo mengajak semua elemen masyarakat untuk mendukung penerapan PSBB segera diberlakukan tersebut.
Karena semua dilakukan semata-mata untuk melindungi warga Kota Palembang agar tidak banyak lagi terjangkit Covid-19.

Sementara itu, Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Anom Setyadji mengatakan, batas-batas wilayah masuk ke Kota Palembang mulai ditutup hari ini. Namun dia meminta untuk masyarakat tidak sampai panik.

“Sebenarnya Palembang telah melakukan beragam upaya, seperti menutup sekolah. Artinya tidak terlalu berlebihan apabila akses masuk Palembang juga ditutup. Ini semua demi masyarakat Palembang,” ujarnya.

Disinggung soal penutupan akses masuk Palembang lebih ditekankan saat memasuki mudik lebaran. Namun bukan berarti semua orang dilarang melintas. Tapi apabila ada kendaraan melewati Palembang akan mendapatkan perlakuan protokol Covid-19.

“Mudik lebaran kita himbau jangan ada. Baik orang yang mau masuk atau keluar Palembang untuk mudik akan kita berlakukan protokol kesehatan Covid-19. Itu juga telah kita terapkan jauh sebelum PSBB,” katanya.

Ia menyontohkan, saat ada santri pulang dari pulau jawa masuk ke Palembang, dilakukan karantina berdasarkan protokol kesehatan di Jakabaring. Begitu juga sebelumnya ada TKI dari luar negara yang pulang ke Sumsel masuk ke Palembang juga diterapkan.

“Jadi larangan mudik dan penutupan Kota Palembang jangan dinilai terlalu berlebihan,” katanya.

Mengenai beragam sanksi yang diberlakukan, pihak Gugus tugas Covid-19 akan melakukan razia masker dan membubarkan kelompok masyarakat yang berkerumun.

“Sifatnya masih edukasi apabila di jalan tidak menggunakan masker akan kita paksa dia gunakan masker,” katanya.

Sementara itu, Dinas Perhubungan Kota Palembang telah menyiapkan posko pemantauan terutama di perbatasan Kota Palembang. Diantaranya di Alang-Alang Lebar (AAL), Kertapati, OPI, Plaju.

Reporter : Kamayel Ar-Razi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button