PALEMBANG

Terdampak Covid-19, Warga Plaju dan Kertapati Paling Banyak Terima Bantuan Sembako Gratis

BritaBrita.com,Palembang-Warga Kecamatan Plaju dan Kertapati Kota Palembang terdata paling banyak terima bantuan Sembako gratis. Hal ini terlihat saat pembagian sembako oleh Pemerintah Kota Palembang kepada 49.669 Kepala Keluarga (KK) terdampak Covid-19 yang telah dilakukan sejak Jumat lalu.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Palembang Heri Aprian mengatakan, pelaksanaan pemberian paket sembako kepada masyarakat terdampak Covid-19 salah satunya sesuai dengan Keputusan Wali Kota Palembang No 103/kpts/dinsos/2020 tentang kreteria penduduk penerima bantuan sosial terdampak ekonomi karena Covid-19 Palembang.

“Penerima terbanyak berdasarkan data Kecamatan Kertapati 4.193 KK dan Plaju 4.610 KK,” katanya, Senin (11/5/2020).

Data yang dipergunakan adalah mereka yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang belum menerima bantuan sosial dari pemerintah sebanyak 49.669 KK baik itu Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Masyarakat yang tidak terdaftar dalam DTKS, maka kriteria yang bisa mendapatkan bantuan yakni memiliki sumber mata pencarian dengan penghasilan di bawah Rp2 juta perbulan dan mengalami PHK, atau pendapatan usaha merosot akibat Covid-19.

Pembagian sembako tersebut berupa bahan pangan senilai Rp179.000 dengan rincian beras premium Rp104.500, minyak goreng 2 liter Rp25.000, tepung terigu 1 kg Rp8.500, gula pasir 2 kg Rp25.000 dan biaya lain-lain (packing kardus, stiker, pengantaran dan angkutan) Rp16.000.

“Sistem pendistribusian paket sembako juga butuh biaya sebesar Rp6.000. Pembagian ditarget hingga tanggal 15 Mei ini,” katanya.

Ia mengatakan, mekanisme distribusi paket sembako kepada warga yakni, Bulog menyerahkan paket sembako kepada Lurah disertai dengan berita acara serah terima barang dari sebelumnya didata lewat RT/RW masing-masing yang telah tercatat di Dinas Sosial Palembang.

“Kemudian, lurah menyerahkan paket sembako kepada masing-masing RT, didampingi pihak keamanan Babinkamtibmas dan Babinsa yang wajib melakukan serah terima dengan tanda terima oleh daftar warga penerima paket Sembako,” katanya.

Setelahnya, RT, Babinkamtibmas dan Babinsa membagikan paket sembako kepada masing-masing warga berdasarkan daftar warga penerima paket sembako dan meminta warga mengecek kembali paket yang diterima, kemudian menandatangani tanda terima barang.

Apabila dalam pelaksanaan pendistribusian paket sembako terdapat margin error atau data penerima sembako berubah karena meninggal, penerima pindah alamat, warga ditemukan mampu atau sudah mendapatkan bantuan sosial sebelumnya, Maka, camat diminta mengganti penerima bantuan melalui konfirmasi lurah yang datanya diambil dari usulan data miskin baru oleh Dinas Sosial Palembang sesuai dengan kriteria yang ditentukan.

“Bagi warga meninggal bisa diganti atau tidak diganti jika masih ada anggota keluarga dalam satu KK untuk menerimanya. Data pengganti penerima bantuan dilaporkan kepada kami melalui surat dan melampirkan data pengganti sesuai format, jadi ada tanda terima,” jelasnya.

Reporter : Kamayel Ar-Razi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button