PALEMBANGSUMSEL

Pemkot Palembang Janji Antar Sembako ke Rumah Warga. Fitrianti : Pulanglah Jangan Nongkrong dan Minta di Jalan

BritaBrita.com,Palembang-Wakil Wali Kota (Wawako) Palembang, Fitrianti Agustinda mengatakan bahwa warga yang meminta-minta sembako di pinggir jalan protokol Palembang dikoordinir oknum tertentu. Meskipun kondisi perekonomian sedang susah namun dia berharap warga jangan sampai meminta di pinggir jalan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, para pengemis ramai memenuhi sejumlah jalan protokol di Palembang seperti di Jakabaring, Jalan Demang Lebar Daun, Sukarame dan lain sebagainya. Di sepanjang Jalan Gubernur H Bastari, Jakabaring sejumlah masyarakat bahkan memasang papan bertuliskan “Saya Butuh Sembako”. Kondisi sangat memilukan lagi karena orang lanjut usia ikut duduk-duduk di pinggir jalan meminta bantuan.

Puluhan orang yang tersebar itu diangkut Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang melalui Dinsos (Dinas Sosial) dan Satpol PP. Puluhan orang itu diberi edukasi, diangkut mobil Dinsos dan diantarkan ke rumahnya serta diberi sembako.

Ditambahkan Fitrianti, mereka dikoordinir oleh satu orang yang berasal dari satu RT di Jakabaring. Untuk saat ini Pemerintah masih memberikan keringanan dan dilakukan pendataan.

“Mereka ada yang berasal dari satu RT, kita tangkap dan berikan edukasi karena mereka melanggar Perda 44/2002 soal ketertiban,” katanya, Selasa (12/5/2020).

Fitrianti mengakui bahwa para pengemis tersebut mengalami kesulitan selama masa pandemi Covid-19. Namun Ia menampik jika hal ini adalah modus saja, padahal warga meminta-minta ini tidak hanya di Jakabaring, tetapi juga Demang Lebar Daun juga Sukarame.

“Mereka memang orang susah. Semoga dengan tindakan kita, mereka takut dan jera, minta di jalan” katanya.

Ia mengatakan, keberadaan para peminta-minta sebenarnya biasa terjadi saat bulan Ramadan dan mendekati hari raya Idul Fitri. Hanya saja, melihat kondisi di lapangan, hal ini menjadi fenomena baru sejak pandemi Covid-19.

Pihaknya berharap, tidak ada yang memanfaatkan kondisi pandemi Covid-19 ini untuk mendapatkan keuntungan. Karena, selain dapat mengganggu ketertiban umum, apa yang dilakukan dengan memint-minta di jalanan dengan disertai papan bertuliskan meminta bantuan sembako, cukup merusak keindahan kota.

“Soal sembako kita sudah ada datanya dan saat ini sedang dalam tahap pendistribusian secara bertahap. Jadi silakan tunggu di rumah, nanti Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang yang mengantarkan ke rumah masing-masing,” katanya.

Saat ini, Pemerintah sudah mendata masyarakat yang terkena dampak Covid-19 berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Jadi, jika belum mendapat bantuan, bisa jadi belum masuk data lama dan masuk di data baru yang telah terverifikasi.

“Bukan berarti mereka tidak terdata. Tapi kita terus mendata jumlah masyarakat miskin baru dan terdampak Covid-19,” ujarnya

“Saya minta agar jangan ada lagi yang nongkrong-nongkrong di jalan untuk meminta-minta. Pulanglah ke rumah, yakinlah saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang terus berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak. Bahkan, kita juga telah menambah anggaran pananganan Covid-19 untuk di Kota Palembang,” katanya.

Reporter : Kamayel Ar-Razi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button