PALEMBANG

Selama Masa Pandemi, 4 Ribu Kehamilan Terjadi di Palembang Setiap Bulannya

BritaBrita.com Palembang–  Kebijakan di rumah aja yang dicanangkan oleh pemerintah terkait pemutusan mata rantai Covid-19 ternyata memunculkan sebuah fenomena baru sekaligus unik. Pasalnya, akibat kebijakan peniadaan aktivitas di luar tersebut beberapa Kota di Indonesia, seperti Tasikmalaya, Cianjur, Halmahera,  dan beberapa kota besar lainya mengalami lonjakan kehamilan yang signifikan.

Meskipun di Sumatera Selatan (Sumsel) pada umumnya dan Palembang pada khusunya lonjakan kenaikan tingkat kehamilan tersebut cenderung mengalami penurunan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu. Namun data menyebutkan setidaknya selama tiga bulan terakhir ada sekitar 75 ribu angka kehamilan terhitung sejak Januari hingga Maret 2020.

Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Lesty Nuraini mengungkapkan, angka yang masuk baru terdata Januari-Maret 2020. Sementara April dan Mei sedang direkapitulasi di tingkat kabupaten dan kota.

“Kalau dibandingkan tiga bulan pertama tahun lalu ada 83 ribu kehamilan, sekarang 75 ribu. Artinya masih stabil dan cenderung turun,” ungkap Lesty, Kamis (14/5) sembari menegaskan jika data tersebut belum termasuk April dan Mei 2020.

Lesty mengungkapkan jika penyumbang angka kehamilan terbanyak berasal dari Palembang sebesar 12 ribu dan paling sedikit dari Pagaralam berjumlah 1.300 orang. Kehamilan itu didominasi wanita berusia 25-35 tahun untuk kehamilan anak kedua dan seterusnya.

“Untuk April dan Mei masih didata, jadi kami belum tahu apakah selama pandemi ini terjadi peningkatan atau penurunan,” kata dia seperti dilansir dari Merdeka.com

Sementara itu, Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat Dinas Kesehatan Palembang Mirza Susanty memprediksi tidak terjadi peningkatan angka kehamilan selama pandemi.

“Saya kira di April masih sekitar 4 ribu kehamilan, begitu juga dengan Mei 2020. Tapi mengenai persisnya kita belum tahu karena sedang didata dari bidan, puskesmas, klinik, maupun rumah sakit,” kata dia.

Melansir laman Liputan6, Yuyun Darmawan, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, mengungkapkan jika feonomena melonjaknya pasien hamil tersebut di dominasi oleh perempuan berusia muda hingga tua, atau rentang usia 20 hingga 45 tahun (menjelang menopause)

“Untuk yang berusia muda, mereka hamil setelah menikah di tahun 2019 dan usia kandungannya sudah ada yang 5 sampai 7 bulan.Ya, kalau di persentasekan mungkin bisa mencapai 105 persen, “ katanya.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Cianjur Himam Haris mengatakan dari laporan petugas di lapangan, ada peningkatan kehamilan dari bulan-bulan sebelumnya atau sebelum masa pandemi. Satu posyandu yang biasanya melayani tujuh wanita hamil, kini bisa sembilan orang.

“Di Cianjur itu ada 2.937 posyandu, dan setiap posyandu mencatat ada peningkatan jumlah ibu hamil dibandingkan bulan sebelumnya. Peningkatannya sekitar lima persen,” ujar Himam

Menurut Himam, warga yang kini lebih banyak beraktivitas di rumah, baik berdasarkan aturan pemerintah serta  aturan kantor untuk kerja dari rumah, menjadi salah satu faktor naiknya angka kehamilan. Selain itu, ada 13 ribu kaum ibu yang terancam tidak menjalani ganti KB implan, sebab layanan puskesmas dibatasi untuk fokus penanganan COVID-19.

“Yang kami khawatirkan itu 13 ribu kaum ibu yang harus ganti implan tahun ini tidak diganti, karena layanan kesehatan dibatasi. Itu juga menjadi faktor angka kehamilan tinggi, selain karena aktivitas warga yang lebih sering di rumah,” tutur Hilman seraya mengimbau ibu hamil untuk tidak berobat ke rumah sakit karena rentan, tetapi kehamilannya harus rutin diperiksa di puskesmas.

Menanggapi fenomena tersebut,Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Hasto Wardoyo menyarankan untuk menunda kehamilan  terlebih dahulu.

“Untuk yang belum hamil, mari hitung-hitung dulu, mari merencanakan kehamilan ini menguntungkan atau tidak,” kata Hasto dalam live Instagram antara Klikdokter dengan BKKBN beberapa waktu lalu.

Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan soal kehamilan di tengah wabah COVID-19 yang terjadi di Indonesia dan dunia ini. Pertama, kehamilan menurunkan daya tahan tubuh. Perempuan yang hamil bakal mengalami penurunan daya tahan tubuh agar tubuh tidak menolak sang janin.

“Kalau imunitas turun, tubuh mudah kena infeksi,” jelas pria yang juga dokter spesialis obstetri dan ginekologi konsultan ini.

Editor : Jemmy Saputera

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button