PALEMBANGSUMSEL

Sebar Check Point, Ketahuan Mudik Disuruh Putar Balik

BritaBrita.com,Palembang-Kota Palembang telah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), sebagai konsekuensinya maka Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Palembang semakin ketat membelakukan aturan termasuk melarang warga untuk mudik.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang Agus Rizal mengatakan, Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 telah berjaga-jaga di beberapa lokasi check point. Diantaranya KM 12, Karyajaya, OPI, Talang Putri, Talang Jambe, Kolonel Burlian, Basuki Rahmat, Demang Lebar Daun, Sudirman, Mayjen Riyacudu, M Isa dan Plaju.

“Di pintu masuk tetap kita maksimalkan, warga yang ingin mudik ke Palembang kita minta balik arah,” katanya, Kamis (21/5/2020).

Agus mengatakan, selama penerapan PSBB ini kegiatan masyarakat bukan sepenuhnya dihentikan tetapi dibatasi.

“Kecuali pekerja yang bekerja di Palembang ditunjukkan dengan identitas dan keterangan bekerja dari perusahaan, dan mengikuti protokol kesehatan,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), H Herman Deru (HD) menegaskan, bahwa tidak ada relaksasi untuk mudik.

“Tidak ada relaksasi untuk mudik, mudik itu dilarang kalau mau menggunakan istilah Kepala BNPB, pak Doni Munardo, mudik dilarang titik,” ujarnya.

HD mengatakan, bila masyarakat yang terlanjur mudik sebelumnya ia meminta pemerintah desa, kelurahan, RT/RW bila ada pendatang dikategorikan pulang kampung dari daerah terpapar, wajib untuk dikarantina dengan masa inkubasi terlama yakni 14 hari.

“Lapor bila ada yang mudik, silakan untuk isolasi mandiri dengan masa inkubasi terlama,” katanya.

Wali Kota Palembang Harnojoyo mengatakan, pihaknya mengacu pada instruksi dari pemerintah pusat. Terutama pada pelaksanaan PSBB, semua kegiatan dibatasi termasuk larangan mudik untuk menghentikan penyebaran Covid-19.

“Semua masyarakat harus mematuhi pembatasan pergerakan orang dan barang, sekolah, budaya keagamaan dan lainnya. Termasuk kita lakukan pemantauan diperbatasan wilayah. Soal mudik kita tetap mengacu ke instruksi pusat bahwa itu jelas dilarang,” katanya.

Reporter : Kamayel Ar-Razi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button