PALEMBANG

Syarat Harus Dipenuhi, Tempat Ibadah di Palembang Boleh Dibuka Besok

BritaBrita.com,Palembang-Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang membolehkan tempat ibadah dibuka kembali dengan persyaratan yang harus dipenuhi. Pembukaan tempat ibadah mulai berlaku besok, Rabu (3/6/2020).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan, tempat ibadah diperbolehkan dibuka dengan syarat yang ketat. Yakni harus ada surat dari gugus tugas, tingkat kelurahan dan kecamatan. Hal ini untuk memastikan keamanan tempat ibadah bagi masyarakat.

“Pengurus harus menyediakan tempat cuci tangan, alat pengukur suhu tubuh dan para jemaah menjaga jarak,” katanya, Selasa (2/6/2020).

Untuk memberikan contoh kepada masyarakat, besok Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) akan salat berjamaah di Masjid Agung dengan penerapan protokol kesehatan.

“Salat zuhur akan dilakukan berjamaah tetapi dengan syarat yang harus diterapkan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kota Palembang, Deni Priansyah mengatakan, protokol kesehatan harus dilakukan warga dan pengurus tempat ibadah.

“Silakan bawa sajadah sendiri ke masjid dari rumah, kalau sedang sakit jangan ibadah dulu ke masjid/rumah ibadah. Bagi pengurus dan pemerintah tetap harus ada pertimbangan soal ada tidaknya kasus penyebaran Covid-19,” katanya.

Ia mengatakan, sejauh ini pada dasarnya pemerintah tidak pernah melakukan penutupan tempat/rumah ibadah. Namun hanya melakukan pergantian kegiatan ibadah yang sifatnya menimbulkan jumlah massa yang banyak dan memicu kerumunan.

“Jadi kami tegaskan tidak ada penutupan, hanya dilakukan pergantian seperti salat Jumat kita ganti jadi salat Zuhur. Nah, mulai besok salat Jumat diperbolehkan, mau ada khotbah salatnya boleh tapi kita harap jangan berlama-lama,” katanya.

Begitupun, kegiatan keagamaan lainnya baik kebaktian hari Minggu di gereja silakan dilaksanakan namun antar jamaat tetap harus berjarak, cuci tangan, pakai masker dan protokol kesehatannya harus benar-benar dilaksanakan.

“Sejauh ini sudah ada beberapa masjid yang mengajukan untuk rekomendasi surat izin pelaksanaan ibadah dan sedang kita proses untuk mempertimbangkan soal sebaran kasus Covid-19 di wilayah rumah ibadah bersangkutan,” katanya.

Reporter : Kamayel Ar-Razi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button