PALEMBANGSUMSEL

Perajin Kain Jumputan Gunakan Kulit Jengkol Sebagai Pewarna Alami

BritaBrita.com,Palembang-Maruh Julianto, pemilik Usaha Kecil Menengah (UKM) Palembang Sege memanfaatkan kulit jengkol sebagai pewarna alami untuk produk kain jumputan dan pakaian. Selain ramah lingkungan, kulit jengkol jelasnya murah dan mudah didapat.

“Awalnya kita putar otak, bagaimana kalau kulit jengkol bisa menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomis,” terangnya, saat ditemui Jumat (2/10/2020) di Lokal Pride, Palembang Indah Mall, lantai 3.

Maruh menjelaskan, proses pembuatan pewarna kulit jengkol dimulai dengan merendam kulit jengkol di air, selama satu kali 24 jam. Dan 1 Kg bahan baku dan 20 liter air dididihkan, rebus sampai air menyusut setengah, lalu dinginkan.

Lihat Juga :  Penyidik Siber Polda Sumsel Limpahkan Berkas Perkara dan Tersangka Ilegal Access ke Jaksa

“Mulai proses pewarna sarung tangan dari karet, disiram dalam ember merata, direndam, dilakukan berulang, peras tiriskan, larutkan kapur, diendapkan hingga jernih, lalu ambil untuk memperkuat warnanya,”katanya.

Selain kain jumputan, dirinya juga menerapkan pewarnaan ini kepada kaos katun dan jilbab.

“Harga yang dijual variatif, kaos bahan katun yang diwarnai dengan air kulit jengkol Rp100 ribu-160 ribu. Sementara jilbab mulai Rp160 ribu sampai Rp190 ribu tergantung ukuran, “tambahnya.

Produk ramah lingkungan ini tidak hanya berhasil memanfaatkan limbah menjadi produk bernilai guna, tetapi juga aman untuk dipakai, karena menggunakan bahan alami, tanpa campuran bahan kimia berbahaya.

Lihat Juga :  Pasar Perumnas Sako Palembang Kebakaran, Sumber Api Diduga dari Kios Pakaian

Reporter : Tri Jumartini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button