PALEMBANGPENDIDIKANSUMSEL

UKB Gelar Kuliah Umum, Kiat Memahami Pentingnya Berita Ekonomi Bagi Mahasiswa

BritaBrita.com, Palembang – Di era digital saat ini, mengakses informasi dari berbagai sumber media massa sangatlah mudah. Masyarakat dapat mengakses informasi melalui media online, koran, televisi maupun sosial media.

Dalam menambah wawasan mahasiswa, Universitas Kader Bangsa (UKB) Palembang menggelar Kuliah Tamu bertemakan ‘Kiat Memahami Pentingnya Berita Ekonomi Bagi Mahasiswa’ secara online melalui Ms Teams, Selasa (22/11/2022).

Menghadirkan pemateri berwawasan yaitu terdapat Senior Row Editor CNN Indonesia TV, M Ikhwan, Dosen Fakultas Ekonomi UKB, Siera Syailendra dan Ka Prodi Manajemen UKB, Sopian yang diikuti puluhan mahasiswa UKB dan kampus lainnya di Palembang.

Dalam materi yang disampaikan, Siera Syailendra mengatakan pentingnya mahasiswa belajar ekonomi dan pemberitaan mengenai ekonomi dan bisnis.

Ekonomi mempengaruhi segalanya seperti berdampak dalam kehidupan sehari-hari yaitu masalah pajak, inflasi, suku bunga dan lain sebagainya.

Ekonomi juga memberikan jawaban atas masalah kesehatan, sosial dan politik.
“Tak hanya itu, ekonomi juga memiliki dampak Industri. Perusahaan besar dan kecil bergantung pada ekonomi, baik penelitian, pengembangan produk, strategi penetapan harga atau cara beriklan dan sebagainya. Juga dapat membuka pilihan karir di semua sektor ekonomi dari pertanian, manufaktur, perbankan dan konsultasi,” katanya.

Lihat Juga :  Diduga Putus Cinta, Mahasiswi Nekat Gantung Diri

Mahasiswa juga dituntut untuk meningkatkan wawasan ataupun memberikan inspirasi salah satunya dengan update pemberitaan Ekonomi dan Bisnis. Namun, juga harus memperhatikan bahwa pemberitaan tersebut akurat dan aktual serta jauh dari informasi hoaks atau penipuan.

“Jangan sampai terpengaruh dengan berita hoaks baik berita ekonomi maupun berita kesehatan,” katanya.

Berdasarkan survei Masyarakat Telematika Indonesia yang diikuti oleh 941 responden yang disebar ke publik dari 1 hingga 15 maret 2019 menjelaskan, cara paling efektif menghambat penyebaran hoaks seperti edukasi atau sosialisasi, tindakan hukum, mengkoreksi melalui sosial media, blokir situs, flagging, report akun, dan memberitakan di media (televisi, radio, koran, majalah).

Sementara itu, Senior Row Editor CNN Indonesia TV, M Ikhwan mengungkapkan, untuk menjadi jurnalis bisnis dan ekonomi perlu keahlian khusus. Karena, jurnalis dituntut paham tentang detail ekonomi bisnis dan keuangan, juga harus mampu melakukan peliputan dan menulis secara benar yang bisa dipahami oleh pembaca ataupun pendengarnya.

Jurnalisme bisnis dan ekonomi mencakup semua kegiatan komersial yang terkait dengan ekonomi seperti tenaga kerja, harga, tekhnologi, keuangan, laporan konsumen dan lainnya.

Tidak hanya menulis berdasarkan prinsip 5W+1H (who, what, where, when, why, and how), namun juga harus menanyakan “How much” and “How many”.

Lihat Juga :  Harga BBM Resmi Naik, SPBU Pahlawan Langsung Perbarui Stiker Harga

“Media massa punya keunggulan berisikan naskah aktual dan berbahasa jurnalistik yang mudah dipahami,” ujarnya.

Untuk menghindari berita hoaks atau bohong, berita ekonomi di media masa sebelum ditayangkan perlu diverifikasi dulu oleh editor. Esensi jurnalisme adalah disiplin verifikasi.

Sesuai Pasal 1 KEJ : yaitu wartawan Indonesia bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beriktikad buruk.

“Media yang menerapkan jurnalisme data akan menguntungkan bagi pembaca karena kaya akan data,” katanya.

Adapun kiat memahami berita ekonomi sebagai berikut :
1. Judul adalah gambaran isi berita. Tapi hati hati dengan judul yang bombastis dan sensasional.
2. Paragraf pertama adalah angle berita. Inti atau sudut pandang berita.
3. Pahami data dan angka sesuai konteksnya. Bandingkan dengan data sebelumnya.
4. Berita yang baik harus menyertakan atribusi (sumber berita).
5. Cari berita yang Unsur “why dan how” disajikan secara mendalam.
6. Bedakan mana informasi dan mana fakta atau opini. Contoh : “Pemerintah telah gagal dalam menjamin keamanan negara, ada apa dengan negara ini…”

Reporter: Trijumartini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button