NASIONALPOLITIK

Buruh Ancam Demo Sampai Akhir Tahun, Tuntut UMP Jakarta Jadi Rp 5,1 Juta

BritaBrita.com,Jakarta – Dewan pengupahan DKI Jakarta telah menyerahkan rekomendasi kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) ke Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono. Namun, buruh menolak usulan yang diajukan pengusaha terkait besaran UMP.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan, terdapat perbedaan usulan angka kenaikan UMP. Usulan tersebut diberikan oleh perwakilan pemerintah, serikat buruh, dan pengusaha.

“Ternyata ada tiga usulan angka yang berbeda. Ada tiga angka yang diusulkan oleh dewan pengupahan DKI Ke Pj Gubernur,” katanya baru-baru ini.

Said Iqbal mengatakan, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengusulkan kenaikan UMP 2,62%. Sementara Kamar Dagang dan Industri (Kadin) mengusulkan kenaikan 5,11%.

“Apindo (kenaikan upah) tetap mengacu PP nomor 36/2021, maka kenaikannya ketemu 2,62%. Atau dia adalah naiknya jadi Rp 4,76 juta. Kadin setuju Permenaker Nomor 18/2022, naiknya adalah 5,11%,” jelas Said Iqbal.

Lihat Juga :  Ustaz Alfian Tanjung Divonis Bebas, Pekik Takbir Riuhkan Pengadilan

Sedangkan pemerintah menggunakan Permenaker Nomor 18/2022, dan mengusulkan kenaikan 5,6%. Dengan hitungan ini, UMP DKI Jakarta menjadi Rp4.901.798.

Adapun buruh mengusulkan kenaikan UMP DKI Jakarta 10,5% menjadi Rp 5.131.569. Jumlah ini lebih tinggi dari usulan Kadin Rp 4.879.053.

“Sikap partai buruh dan organisasi serikat buruh meminta Pj DKI Jakarta mengabulkan usulan daripada serikat pekerja itu 10,55%. Karena sangat realistis, berdasarkan perhitungan inflasi dan pertumbuhan ekonomi,” ungkapnya.

Baca juga:
5 Fakta Upah Minimum 2023 Naik Tak Lebih dari 10%
Berdasarkan litbang Partai Buruh, inflasi Indonesia pada Januari-Desember diprediksi 6-7%. Sementara pertumbuhan ekonomi berkisar antara 4-5%. Inilah yang menjadi dasar buruh meminta kenaikan upah 10,55%.

Lihat Juga :  Beralasan Covid-19, Pengusaha Sepakat Upah Minimum 2021 Tak Naik

Konsumsi buruh tertekan 30% pasca kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM). Apalagi upah minimum disebut sudah tidak naik sejak tiga tahun. Menurut Said Iqbal, rata-rata kenaikan UMP secara nasional adalah sebesar 8,16%, mengacu pada Permenaker Nomor 18/2022.

Buruh mengancam menggelar aksi besar-besaran jika kenaikan UMP berada di bawah estimasi rata-rata. Rencananya, aksi dilakukan di DKI Jakarta sebelum penetapan UMP 28 November.

“Aksi akan dilakukan di DKI Jakarta sebelum tanggal 28 (November), dan akan dilakukan secara bergelombang di seluruh wilayah Indonesia, terus sampai dengan akhir tahun,” pungkasnya seperti dilansir dari detik.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button