KELUARGALIFESTYLEPALEMBANG

Sedang Viral, Ice Smoke atau Smooky Snack, Waspada Mengonsumsinya

BritaBrita.com, Palembang – Smooky snack atau ice smoke atau dikenal juga dengan es chiki ngebul ini viral di kalangan anak-anak dan remaja sejak beberapa waktu terakhir.

Ice smoke menjadi jajanan unik yang disajikan dengan kepulan asap dan sensasi dingin, belakangan ini jadi digemari anak-anak dan remaja.

Chiki warna warni ice smoke ini diberi topping dengan varian yang disukai, cokelat ataupun stroberi. Lalu dikemas di dalam sebuah cup dan disiram dengan Liquid Nitrogen Foodgrade (Nitrogen khusus makanan) hingga menimbulkan asap dingin.

Sehingga saat Chiki dimasukkan ke dalam mulut, akan keluar asap dingin dari mulut dan sensasi inilah yang disukai oleh anak-anak.

Ice smoke ini banyak beredar di Kota Palembang, seperti di Kambang Iwak, dan beberapa mall besar seperti PIM juga PS Mal. Satu cup atau per porsi Ice Smoke atau Chiki ngebul ini dijual dengan harga sekitar Rp20 ribu – Rp35 ribu.

Lihat Juga :  Hanya 160 Alat Rapid Test, Tak Cukup Untuk Tes Massal Covid-19

Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Palembang, Zulfikli Apt mengatakan, jajanan ini sangat berbahaya jika gas nitrogen yang digunakan bukan food grade (aman untuk dikonsumsi).

“Karena nitrogen ini ada yang untuk makanan ada yang bukan, nah yang digunakan harus khusus untuk makanan,” katanya, Senin (9/1/2022).

BBPOM Kota Palembang telah menelusuri beberapa tempat usaha ini dengan meminta sumber awal didapatkannya nitrogen tersebut.

“Setelah kita sidak, akan kita teliti dulu, karena bahaya jika tidak food grade,” katanya.

Zulkifli mengatakan, makanan mengandung gas nitrogen ini jika dikonsumsi berkepanjangan bisa menyebabkan kerusakan internal pada organ.

Lihat Juga :  Pasien Sembuh Kasus Corona Bertambah 7 Orang

“Apabila cairan terkena tubuh, yaitu bisa menyebabkan kerusakan termal yang parah pada kulit, mata, maupun organ lainnya,” katanya.

Cold burn atau luka bakar dingin merupakan kerusakan lokal pada kulit dan jaringan lainnya akibat pembekuan. Hal ini karena paparan dingin berkepanjangan.

Ia memastikan jika Chiki yang digunakan sejauh ini tidak mengandung bahan berbahaya. Hanya saja perlu diwaspadai gas nitrogennya.

“Seperti kasus baru-baru ini di pulau Jawa itu sampai terbakar kulitnya karena mengonsumsi Chiki ini,” katanya.

Dengan kejadian ini, pemerintah mengharuskan memperhatikan jajanan anak-anak mereka.

Reporter: Pitria

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button