KALAM

Islam Tak Mengajarkan Menjadi Pemalas

NABI Muhammad merupakan salah satu tokoh yang telah membawa perubahan besar bagi umat manusia, tidak hanya bangsa Arab tetapi bagi seluruh umat manusia di seluruh dunia. Apa yang telah dilakukan dan dicapai Nabi Muhammad SAW merupakan suatu sukses besar yang sangat menakjubkan dalam sejarah dunia. Nabi Muhammad membawa risalah agama Islam yang suci dan agung bagi seluruh umat manusia. Agama Islam memuat ajaran-ajaran tentang kepercayaan, kemasyarakatan, politik dan mencakup seluruh aspek kehidupan.

Keberhasilan Nabi Muhammad SAW beserta para sahabatnya adalah buah dari perjuangan dan kerja keras selama bertahun-tahun, bukan perjuangan yang instan. Perjuangan serta kerja keras tersebut dilakukan secara terus menerus dan turun menurun dari satu generasi ke generasi lainnya sampai saat ini dimana Islam telah menyebar serta berkembang di seluruh dunia.

Seperti Firman Allah SWT yang berbunyi : “Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-NYA Al-Quran dan Dia tidak membuat sesuatu yang tidak lurus di dalamnya. Sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan (manusia) akan siksa yang pedih dari Allah dan memberi kabar gembira kepada orang-orang beriman, yang mengerjakan amal saleh , bahwa mereka akan mendapat balasan yang baik. Mereka (akan menikmati kehidupan surga) kekal di dalamnya untuk selamanya” (Al-Kahfi:3)

Rasulullah SAW bersabda, “Seorang muslim yang menanam atau menabur benih, lalu ada sebahagian yang dimakan oleh burung atau manusia, ataupun oleh binatang, niscaya semua itu akan menjadi sedekah baginya” (Riwayat Bukhari, Muslim dan Ahmad).

Allah SWT menyuruh umat-NYA untuk bekerja dan mencari karunia Allah seperti tercantum dalam Al-Quran : “Apabila telah ditunaikan Salat, Maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung,” (QS Al Juma’ah 62 :10)

Lihat Juga :  Syarat-Syarat yang Mesti Diperhatikan dalam Mencari llmu Menurut Imam Syafii

Allah SWT menyukai dan akan mengampuni dosa-dosa hamba-NYA yang bekerja keras, seperti yang telah diriwayatkan dalam hadist berikut : “Barangsiapa yang menjadi susah pada petang hari karena kerjanya, maka terampunlah dosanya,” (HR Riwayat Tabrani)

Demikianlah Islam menekankan usaha dan kerja keras pada umatnya sebagai bukti dan rasa syukur kita terhadap Sang Pencipta Allah SWT yang telah memberikan anugerah kehidupan, waktu dan kesempatan, kesehatan serta kekuatan, karena apabila kita sakit, kesehatan dan kekuatan kita diambil tentu kita tidak dapat bekerja dan menjalankan aktivitas kita seperti biasa, mungkin kita hanya akan terbaring lemah di atas tempat tidur.

Islam juga mengajarkan kita untuk tidak menzalimi diri sendiri, selalu menjaga kesehatan dan berolahraga. Semua itu tidak terlepas untuk menjaga produktivitas kerja kita agar dapat selalu terjaga dengan baik. Kerja keras tidaklah hanya menjadi tugas kaum laki-laki. Wanita pun memiliki peranan yang sama di masyarakat selain peran utamanya yaitu sebagai istri dan ibu rumah tangga yang bekerja untuk mengasuh serta mendidik anak-anaknya sehingga mampu untuk menjadi seseorang yang mandiri, bertakwa dan berguna bagi masyarakat di masa yang akan datang.

Menjaga Amanah   

Seorang yang dapat menjaga amanah, disiplin dan professional dalam bekerja akan memberikan kontribusi yang signifikan.

  1. Menjaga Amanah; Allah telah mewajibkan amanah dalam Al-Quran :

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya…” (QS. An-Nisaa: 58). Menjaga dan menepati amanah adalah kewajiban syariat. Terlebih lagi amanah yang diberikan adalah yang berhubungan dengan pekerjaan. Yang dimaksud dengan amanah adalah mengembalikan hak apa saja kepada pemiliknya, tidak mengambil sesuatu melebihi haknya dan tidka mengurangi hak orang lain. Orang yang tidak amanah dalam bekerja menurut Rasul tergolong ke dalam orang yang munafik (Hadist Sahihaini)

Lihat Juga :  KEBERKAHAN

2. Profesional dalam bekerja. Allah berfirman : “Katakanlah, setiap orang berbuat menurut keadaannya (keahliannya) masing-masing. Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar (professional) jalannya,” (QS Al-Isra’ : 84)

Sejarah Islam telah membuktikan bahwa sahabat-sahabat Rasulullah SAW, berhasil dalam berdakwah dan bekerja tidak lepas pula dari keberhasilannya dalam bekerja. 9 dari 10 dari generasi pertama adalah para saudagar kaya. Profesionalitas yang ditunjukkan oleh para saudagar Islam telah menjadi bukti bahwa dengan professional  kita akan sukses menggapai cita-cita yang kita inginkan.

3. Disiplin adalah kata kunci ketiga dalam keberhasilan sebuah kerja. Tanpa kedisiplinan tidak mungin sebuah pekerjaan akan selesai dengan baik. Justru jika tidak disiplin, amanah yang kita jalankan akan berhenti di tengah jalan. Kasus yang nyata adalah kurang disiplinnya sahabat saat perang Uhud, sehingga kekalahan justru melanda kaum muslimin.

Padahal selama ini pasukan muslimin selalu menang dalam setiap pertempuran. Disiplin akan membuat hidup seseorang bermakna dan berguna. Hendaklah kita dalam melakukan pekerjaan diniatkan untuk Allah SWT, jangan terlalu memerhatikan hasil, karena hasil itu mutlak kekuasaaan Allah. Berusahalah dan senantiasa mengisi waktu dengan hal-hal yang positif dan bermanfaat. Kerja keras itu belum tentu menghasilkan hasil maksimal tetapi bekerja secara cerdas,tuntas dan ikhlas sesuai dengan kemampuan kita masing-masing. (**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button