PALEMBANG

Minyak Goreng di Palembang Naik Hingga Rp21.000 per Liter, Ternyata Ini Sebabnya

BritaBrita.com, Palembang – Sejak satu hingga dua bulan terakhir, harga minyak goreng terus merangkak naik, hingga menuai banyak keluhan.

Berdasarkan pantauan di beberapa pasar tradisional di Kota Palembang, Kamis (23/2/2023) minyak kemasan biasa dan premium seperti Fortune dan lainnya dijual Rp18.000 sampai Rp21.000 per liter.

Pengakuan para pedagang, sejak Minyak Goreng KITA lenyap di pasaran, minyak goreng kemasan bantal dan premium pun jadi naik. Biasanya, Minyak Goreng KITA yang merupakan minyak subsidi dari pemerintah ini dijual Rp15.000 per liter, tapi sekarang langka di pasaran.

Berdasarkan keterangan salah seorang pedagang di Pasar 26 Ilir, Rudi mengatakan, harga minyak goreng sudah naik sejak Januari 2023. “Kami membeli dari distributor memang harganya sudah naik, jadi kami naikkan juga harganya,” katanya.

Selain itu, ketersediaan minyak KITA yang lenyap di pasaran ini membuat masyarakat beralih ke minyak kemasan biasa dan premium. “Biasanya orang yang beli minyak KITA, jadi beli minyak kemasan bantalan dan premium,” katanya.

Selain itu, harga beras pun naik. Meski tidak sesignifikan minyak goreng namun harganya naik sebanyak Rp10.000 – Rp20.000 per 20 kilogram.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Palembang Raimon Lauri mengatakan, dari sisi stok minyak goreng di tingkat distributor aman.

“Terjadinya kenaikan harga ini lantaran distribusi Minyak KITA ini pasokan berkurang, biasanya dijual Rp 15 ribu per liter,” katanya.

Menurutnya, Dinas Perdagangan Kota Palembang tidak mengetahui secara pasti berkurangnya distribusi Minyak KITA ini.

“Karena ini merupakan minyak subsidi program pemerintah pusat, tapi kita berharap distribusi kembali normal agar harga stabil,” katanya.

Meskipun di Palembang ada pabrik Indokarya Internusa yang memproduksi minyak goreng KITA ini, namun menurutnya distribusinya tidak hanya Palembang. “Kami sudah tegaskan agar distribusi ke Palembang lebih diprioritaskan,” katanya.

Sedangkan kenaikan harga beras dikarenakan sedang menuju musim panen dalam dua bulan ke depan.

Mengantisipasi ini, pihaknya bekerjasama dengan Bulog untuk menjual beras di 24 pasar dengan Harga Eceran Terendah (HET). “Kenaikan beras Rp 500 per kilogramnya,” katanya.

Reporter: Pitria

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button