PALEMBANGSUMSEL

Masa Pelunasan Bipih Diperpanjang, 88 Persen Jamaah Sumsel Lakukan ini

BritaBrita.com, Palembang – Kementerian Agama memperpanjang masa pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) jamaah reguler hingga 23 Februari 2024.

Sebanyak 6.404 jamaah haji Sumatra Selatan (Sumsel) atau 88 persen dari kuota Sumsel telah melakukan pelunasan.

Kakanwil Kemenag Sumsel Syafitri Irwan ditemui di ruang kerjanya, Selasa (13/2/2024) pagi menjelaskan, masa pelunasan tahap I Bipih 1445 H sudah dibuka sejak 10 Januari 2024 dan semula terjadwal ditutup pada 12 Februari 2024 kemarin.

Namun, melihat progres pelunasan, Kemenag memutuskan untuk memperpanjang masa pelunasan biaya haji bagi jamaah reguler hingga 23 Februari 2024.

Menurut Syafitri, kuota haji Indonesia tahun ini sebesar 221.000 jamaah. Indonesia kemudian mendapat tambahan sebesar 20.000 sehingga jumlah kuota Indonesia menjadi 241.000 jamaah.

Sumsel sendiri mendapatkan kuota sebesar 7.012 jamaah ditambah kuota tambahan 283 jamaah sehingga kuota jamaah haji Sumsel tahun ini total berjumlah 7.295 jamaah.

“Alhamdulillah hingga Senin sore kemarin, sebanyak 6.404 jamaah atau 88 persen jamaah Sumsel sudah melakukan pelunasan. Kami mengimbau jamaah haji yang sudah memenuhi syarat isthitaah untuk segera melunasi biaya hajinya di masa perpanjangan pelunasan tahap pertama. Pun dengan jamaah haji yang berhak melunasi tapi belum memeriksakan kesehatan, kiranya segera melakukannya sehingga memenuhi syarat isthitaah dan bisa melunasi biaya haji,” jelas Syafitri.

Sementara itu, Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Sumsel, Armet Dachil menambahkan, sehubungan diperpanjangnya kesempatan jamaah untuk melunasi biaya haji pada tahap pertama, proses pelunasan tahap kedua juga mengalami penyesuaian.

Tahap II yang semula dibuka pada 5-26 Maret 2024, disesuaikan menjadi 13-26 Maret 2024.

“Pelunasan tahap kedua diperuntukkan bagi empat kategori, yaitu jamaah yang belum melakukan pelunasan pada tahap pertama karena gagal sistem, pendamping jamaah haji lanjut usia, jamaah haji penggabungan suami/isteri dan anak kandung/orangtua yang terpisah, serta pendamping jamaah haji penyandang disabilitas,” jelas Armet.

Armet juga meminta petugas Kemenag Kabupaten/Kota agar segera menginput data usulan jamaah yang akan melunasi pada tahap kedua. Batas akhir input data pengajuan pendampingan lansia, penggabungan mahram, dan pendamping penyandang disabilitas yang semula berakhir pada 27 Februari 2024 disesuaikan menjadi 7 Maret 2024.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button