KELUARGALIFESTYLEPALEMBANG

Apoteker Pejuang Sampah Palembang, Mengubah Sampah Menjadi Berkah dan Kebaikan

BritaBrita.com, Palembang – Berbicara tentang kisah inspiratif, berbagai kisah juga kerap kita dengar. Salah satunya adalah sosok tenaga kesehatan di bidang farmasi, Apoteker Trie Gusti Lingling.

Di tengah kesibukan sebagai Apoteker yang juga mengelola apoteknya, ia juga tidak pernah melupakan kecintaannya pada lingkungan.

Ibu dari empat anak ini mendedikasikan dirinya untuk gerakan Sedekah Sampah Palembang, sebuah gerakan inisiatif yang mengubah sampah menjadi berkah bagi banyak orang. Gerakan ini pun ia lakukan bersama dengan sang suami.

Di usianya yang masuk ke 34 tahun, Akrab disapa Lingling, ia telah menjelajahi berbagai bidang, mulai dari apoteker, bekerja di lembaga filantropi, hingga menjadi apoteker penanggung jawab di apotek 24 jam. Namun saat ini, dia fokus pada usahanya, mengelola apotek, dan sekaligus menjadi apoteker di sana.

Sebelumnya, ia merupakan alumni Farmasi Universitas Indonesia.

Meskipun sibuk dengan aktivitas profesinya, Kecintaan Lingling pada alam dan hobinya mendaki gunung membawanya pada jalan yang berbeda.

Ia tergerak hatinya melihat tumpukan sampah yang mencemari lingkungan. Puncaknya ketika Pandemi Covid19 menyerang, jumlah timbulan sampah plastik meningkat karena banyaknya orang membeli makanan dalam kemasan,

Beranjak dari kegelisahan menumpuknya sampah inilah, akhirnya bersama sang suami yang memiliki pemikiran pandangan yang sama, Lingling memberanikan diri untuk menggagas Sedekah Sampah Palembang pada tahun 2022 awal.

Awalnya, mereka menyediakan wadah kotak di depan apotek mereka dengan banner “Sedekah Sampah”.

Kotak tersebut terbuka untuk siapa saja yang ingin mengisi sampah anorganik. Tidak disangka, Respons konsumen pun luar biasa, Banyak orang yang datang untuk ikut bersedekah sampah sambil berbelanja di apotek.

Antusiasme yang luar biasa mendorong Lingling untuk memperluas jangkauannya. Ia mempublikasikan gerakan Sedekah Sampah Palembang di media sosial, dan hasilnya banyak orang yang terinspirasi dan ingin terlibat dalam gerakan ini. bahkan ada yang sudah rutin baik datang sendiri ke apotek maupun minta jemput sampahnya.

Sampah-sampah yang dikumpulkan kemudian dipilah dengan cermat. Sampah yang bernilai ekonomis dijual ke bank sampah induk, dan uangnya digunakan untuk membantu mereka yang membutuhkan.

Dari aksinya tersebut, Lingling bersama sang suami telah membantu guru-guru ngaji di pinggiran atau pedalaman, anak yatim, para penghafal Quran, dan masyarakat kurang mampu lainnya.

Bahkan ada salah satu penerima manfaatnya adalah guru ngaji yang mengajar di daerah pinngiran kota Palembang, lebih tepatnya di sekitaran jalan lintas Palembang Inderalaya atau Kawasan pintu gerbang Tol Keramasan hingga gerbang Tol Pemulutan.

Para guru ngaji diberikan sembako, obat-obatan dan vitamin hasil dari penjualan sampah dari program sedekah sampah. Bahkan ada juga bantuan air minum dan lainnya untuk keluarga yang sedang terkena musibah ada anggota keluarga yang meninggal dunia.

Gerakan Sedekah Sampah Palembang ini beliau laksanakan di Apotek tempatnya beraktifitas.

“jadi diapotek yang saya kelola ini, didepannya saya menyediakan wadah kotak buat konsumen yang ketika belanja juga sambil ikut mendonasikan atau menyetor sampahnya ke sedekah sampah Palembang, cukup diletakkan pada kotak yang sudah disediakan didepan apotek, selain itu juga bisa dijemput, untuk informasi lebih lanjut bisa lihat di Instagram @sedekahsampahpalembang”, ujarnya ketika diwawancara.

Adapun Lokasi apoteknya di Jalan Mandi Api 1 Kel Srijaya KM 5 Palembang.

Hingga saat ini sudah sekitar ribuan kilo sampah yang diterima sedekah sampah Palembang. Dari penjualan sampah ini, Lingling dan suami tidak mengambil satu rupiah pun, bahkan sering pakai uang sendiri untuk operasional jemput sampah dan penyaluran programnya.

“Untuk mengangkut sampah, kebetulan Lingling dan suami memiliki mobil tua Vitara yang keseharian tadinya lebih sering dipake buat keluarga, saat ini sering dipakai buat jemput sampah dan pengantaran bantuan ke penerima manfaat,”katanya.

Ketika ditanya kenapa penggalan akhir namanya ada Nama Lingling, seperti nama orang China, Dia Menjawab,”kebetulan Mama saya asli orang China, jadi kata Mama biar ada ciri khas atau kenangannya, Alhamdulillah sudah Mu’allaf sejak menikah dengan Papa”, ujar Perempuan yang sekarang sedang menghafal Quran ini. Lingling merupakan anak ke-3 dari pasangan Ali Hanafiah dan Arnah.

Ia berharap kedepannya, agar bisa mendapat support dan dukungan dari pemerintah terkait program Sedekah Sampah ini, karena secara tidak langsung program ini membantu pemerintah khususnya kota Palembang dalam gerakan peduli lingkungan terutama sampah.

Kisah Lingling adalah bukti nyata bahwa satu orang dapat membuat perbedaan. Dengan tekad, kerja keras, dan semangat yang tulus, dia telah mengubah sampah menjadi berkah dan kebaikan bagi banyak orang. Dia adalah inspirasi bagi kita semua untuk mengambil tindakan dan menjadi bagian dari solusi dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button